News Ticker

Prosedur Pendaftaran S2 di Universitas Jerman

Halo.. Berhubung sepertinya masih ada yang bingung tentang prosedur untuk pendaftaran S2 di universitas Jerman, maka pada postingan kali ini, saya akan mencoba menuliskan tentang prosedur pendaftaran S2 ini.

PERSIAPAN DOKUMEN

Okeh, First thing first… Untuk memudahkan proses pendaftaran, kita siapkan terlebih dahulu dokumen-dokumen yang biasanya dibutuhkan untuk pendaftaran S2 di Jerman. Sepengalaman saya mendaftar kampus-kampus yang ada di sana. Ini dia dokumen-dokumen yang harus saya persiapkan:

Wajib

  1. Curriculum Vitae
  2. Motivation Letter
  3. Recommendation Letter (1 Kepala Program Studi, 1 Dosen Pembimbing, 1 Dekan Fakultas)
  4. Ijazah S1 + Terjemah  dari ijazah S1 yang telah dilegalisir
  5. Transkrip S1 + Terjemah dari transkrip S1 yang telah dilegalisir
  6. Ijazah SMA + Terjemah dari ijazah SMA yang telah dilegalisir
  7. STTB SMA + Terjemah dari STTB SMA yang telah dilegalisir
  8. Sertifikat TOEFL IBT / IELTS Academic Module
  9. Sertifikat B1/ZD/DSH/Testdaf (Tergantung yang diminta oleh universitas)
  10. Fotokopi Paspor/SPRI

Kesepuluh dokumen ini amat saya sarankan disertakan ke dalam dokumen yang akan kita serahkan pada saat pendaftaran program S2 di universitas Jerman. Meskipun mereka tidak meminta sertifikat bahasa Jerman / bahasa Inggris, tapi tidak ada salahnya untuk menyertakan semuanya, hal ini dilakukan agar menunjukkan bahwa kita bisa 2 buah bahasa yang keberadaanya diakui secara internasional.

Dokumen terjemahan bisa dibuat dalam berbagai bahasa yang diterima oleh universitas yang kita daftarkan. Sebagai contoh, TU München menerima pendaftaran dalam 3 bahasa: Inggris, Jerman, dan Perancis. Maka bebas dari kita untuk memilih 1 di antara 3 bahasa tersebut. Akan tetapi untuk mempermudah ke depannya, saya menyarankan untuk menerjemahkan dokumen tersebut ke dalam bahasa inggris atau jerman.

Optional

  1. Essay
  2. Portofolio Proyek kita
  3. GRE / GMAT

Kedua dokumen (1, dan 2) ini bersifat opsional, tapi saya menyarankan untuk menyertakannya. Hal ini dimaksudkan agar kita bisa show-off kepintaran yang kita miliki (dengan cara yang elegan). Kenapa kita bisa show-off dengan menggunakan dokumen ini? Jawabannya satu, karena di duni akademik sudah menjadi seperti aturan gak tertulis bahwa kepintaran seseorang itu bisa tercermin dari tulisan-tulisan yang dibuat oleh orang tersebut. Dan di sinilah kesempatan kita untuk menunjukkan bahwa kita lebih baik daripada kandidiat lainnya.

Sedangkan dokumen yang ke-3 juga bersifat optional, tapi disarankan. Biasanya universitas yang ada di Jerman tidak mewajibkan kita untuk mengambil GRE ini. Akan tetapi saya menyarankan untuk mengambil tes ini jika keadaanya memungkinkan. Tujuannya sama dengan dokumen nomer 1, dan 2, yaitu untuk menunjukkan tingkat kepintaran kita. Semakin banyak parameter yang menunjukkan kita pintar, dan cocok sebagai kandidat program master di universitas yang kita tuju, semakin baik bukan? 😀

PENCARIAN INFO DI UNIVERSITAS

Berikutnya kita masuk ke tahap pencarian informasi di universitas yang akan kita daftarkan. Ada baiknya juga pencarian info di universitas yang akan kita masuki ini dilakukan dari jauh-jauh hari, dan dilakukan secara bersamaan dengan tahap persiapan dokumen. Memang berat sih jadinya, tapi semua ini dilakukan biar waktu kita jadi lebih efisien, dan agar kita tidak kelewatan deadline yang diberikan oleh universitas yang kita tuju.

Untuk pencarian info dari universitas ini tidak bisa saya berikan di sini secara lengkap. Karena lokasi dari informasi dari tiap-tiap universitas akan berbeda-beda, baik lokasi di dalam webnya, ataupun penyusunannya. Agak ribet sih sebenernya proses pencarian informasi ini, tapi menurut saya di sinilah seninya proses pendaftaran S2 di Jerman (dan luar negeri), kita harus bisa mengdapatkan informasi yang kita butuhkan untuk program pendaftaran dari web mereka. Dan jangan khawatir, biasanya semua hal sudah mereka cantumkan di dalam web mereka. 😀

Apa saja yang akan kita cari dari web universitas ini? Yang akan kita cari kurang lebih adalah hal-hal di bawah ini (biasanya terletak pada bagian prospective students, ataupun international students):

  1. Informasi tentang pendaftaran calon mahasiswa baru.
  2. Informasi tentang jurusan apa aja yang dibuka oleh mereka, dan syarat-syarat untuk masuk ke dalam jurusan tersebut.
  3. Deadline pendaftaran mahasiswa baru.
  4. Form pendaftaran program studi s2.
  5. Alamat pengiriman dokumen aplikasi

PENGIRIMAN DOKUMEN

Setelah informasi kita dapatkan, dan kita telah mengisi semua formulir yang diperlukan untuk pendaftaran, langkah berikutnya yang harus dilakukan adalah mengirimkan dokumen-dokumen pendaftaran tadi ke universitas yang kita tuju. Biasanya mereka sudah menentukan alamat pengiriman dokumen berdasarkan jurusan yang ingin kita ambil. Karena itu, pastikan bahwa kita mencatat alamat pengiriman yang benar. Jangan sampai kita salah mencantumkan alamat pengiriman dokumen tersebut, karena bisa jadi kita terpaksa mengirim lagi semua dokumen pendaftaran tersebut, dan itu akan memakan waktu dan biaya yang tidak sedikit.

Berikut sedikit tips untuk pengiriman dokumen:

  1. Cetaklah dokumen-dokumen yang kita buat sendiri (CV, Motivation Letter, dlsb) dengan menggunakan printer laser. Jika kita tidak punya? Cari! Pasti ada donk di warnet ataupun yang sejenisnya. Kenapa hal ini saya sarankan? Hal ini dikarenakan hasil cetak printer laser akan lebih terkesan professional jika dibandingkan dengan hasil cetak printer inkjet/bubblejet.
  2. Gunakan juga kertas yang agak tebal untuk kegiatan cetak mencetak (jangan pakai yang 70 gram!)
  3. Gabungkan dokumen-dokumen yang akan kita kirimkan dengan menggunakan paper clip, dan bukan stapler. Hal ini dilakukan untuk memudahkan mereka mengkategorikan, dan memisahkan dokumen-dokumen kita sesuai dengan standar dan kebutuhan mereka.
  4. Gunakan jasa pengiriman yang sudah anda percaya. Saya sendiri menggunakan jasa pengiriman DHL. Memang agak mahal sih biayanya (berkisar antara 400 ribu rupiah), akan tetapi jasa pengiriman DHL ini selalu sampai ke sana antara 3-4 hari kerja. Di samping itu, saya juga bisa melihat real time posisi dokumen saya melalui web.

MENUNGGU PENGUMUMAN

Setelah kita kirimkan dokumen yang dibutuhkan, tinggal tunggu notifikasi dari universitas bahwa dokumen kita sudah diterima dan sedang diproses. Dan setelah itu, tinggal tunggu secara resmi pengumuman dari hasil pendaftaran kita di deadline yang telah ditentukan oleh universitas tersebut.

PROSES DAFTAR ULANG

Setelah kita diterima di universitas yang kita mau, selanjutnya tinggal melakukan proses daftar ulang di universitas tersebut. Biasanya tata cara proses daftar ulang ini akan diberitahukan, dan bisa kita lihat pada halaman web universitas tersebut.

.

Well, itu dia gambaran umum dari proses pendaftaran S2 di universitas jerman. Informasi yang ada pada tulisan ini bukan berfungsi sebagai pengganti dari petunjuk pendaftaran yang ada di universitas-universitas Jerman, akan tetapi berfungsi sebagai gambaran umum dari proses apa saja yang biasanya harus kita lewati pada saat mendaftar ke universitas yang ada di Jerman. 😀

Semoga tulisan saya ini berguna.

Last 5 posts by wahidyankf

4.00 avg. rating (72% score) - 1 vote
  • eben

    Salam mas wahid..
    lagi2 saya nanya..hehe apa gunanya tes toefl sdangkan saya mau ambil kuliah bahasa jerman ??

    • wahidyankf

      Hehe, santai, itu dia khan gunanya ada adminnya. 😀

      Saya coba jawab yah.. Memang sih tidak disyaratkan untuk tes toefl,, Tapi yang saya coba tekankan di sini adalah ada baiknya kita maju dengan amunisi sebanyak mungkin, buktikan bahwa kita memang pantas diterima di universitas mereka. Bayangkan jika ada 1 slot terakhir yang tersedia di suatu jurusan. Dan kandidat dari slot itu adalah kita, dan seorang lainnya. Tentunya slot kosong ini akan jatuh kepada kandidat yang memiliki kemampuan lebih bukan?

      Di samping itu, kegiatan akademik mulai dari S2 sudah mulai diisi dengan kegiatan konferensi ilmiah yang bersifat internasional, yang biasanya diselenggarakan dengan menggunakan bahasa inggris. Sehingga banyak pihak akan menilai kemampuan berbahasa inggris sebagai suatu kelebihan (atau malah keharusan?).

      Menurut saya pribadi, adalah hal yang penting untuk maju dengan semua kemampuan kita. Sehingga, ketika kita gagal untuk diterima sekalipun, tidak ada hal yang kita sesali, karena kita sudah melakukannya dengan semaksimal mungkin. 😀 Pastinya ada orang yang berhasil masuk ke program berbahasa jerman dengan tanpa menyertakan bukti tes toefl/ielts ini? Tapi siapkah kita meresikokannya? Kalau saya pribadi sih cenderung tidak. Hehe.

      Di samping alasan di atas, ada beberapa program berbahasa jerman yang mengharuskan kita untuk mengambil juga tes toefl. Sebagai contoh, kalau tidak salah, jurusan teknik elektro RWTH Aachen mengharuskan kita untuk mengambil tes toefl, padahal kuliah diberikan dalam bahasa jerman.

      Jadi, tidak ada ruginya khan untuk mengambil tes toefl? apalagi jika kita sudah memiliki kemampuan berbahasa inggris yang cukup. Tapi pada akhirnya pilihan kembali kepada kamu. 😀

      Semoga cukup menjawab.

      • Eben

        Mas Wahid mau lanjut di rwth Aachen ya ? Kalo begitu Kita sama mas..kira2 tuh kampus butuh sertifikat bahasa jerman apa ya ? Saya mau ambil computer science nih…ada pandangan ga mas ?

  • wahidyankf

    Wehehehe.. calon temen sekampus donk? hehehe.. kalo gak salah butuh testdaf ato dsh (setara C1) untuk yang program berbahasa jerman… Udah coba browsing webnya? Di sana lengkap kok informasinya… dan web dari RWTH Aachen termasuk salah satu web yang paling informatif dari web universitas-universitas TU-9.. 😀

    • haris

      mas wahid, mau tanya, untuk s2 elektro di RWTH aachen apa membutuhkan sertifikat GRE? jika ia brp skor minimalnya? soalny saya lihat di web RWTH “some courses need result of GRE” cmn disitu ga disebutkan utk program apa saja

  • Eben

    Saling mendoakan Aja ya mass…Rencananya mau ngambil computer science nih mas
    Saya lg super intensive nih di goethe..jdi dsh itu setara c1 ya mas ?
    Btw , mas uda kuliah di rwth Aachen? Ato gmn ?

    • wahidyankf

      Yup2… sukses yah… 😀 Iyah, DSH yang dibutuhin buat program S2 bahasa jerman biasanya setara C1.. 😀 Belum kuliah kok, malah belum diterima di sana. Masih mau lanjut kelas persiapan DSH di VHS Aachen. hehe.

  • eben

    utk mengikuti kelas persiapan DSH di VHS aachen ,, persyaratannya apa aja mas ..apakah bole B1 ?? butuh biaya brp ?? dan waktu berapa lama ??

  • ophenk

    Salam Kenal mas wahid,
    Alhamdulillah saya sudah memiliki Sertifikasi B1 dan sedang mengambil Kursus B2
    dan berencana mengambil S2 tahun depan
    1. Menurut mas wahid sebaiknya saya mendaftar untuk winter atau sommer?
    pertimbangannya: saya harus mencari beasiswa terlebih dahulu
    2. mas wahid menggunakan TOEFL atau IELTS ya untuk registrasi kampus?
    3. Biasanya uni di jerman menerima ITP(Institusional seperti ITB,LIA,dll) atau tidak?
    Atau harus menggunakan TOEFL International seperti iBT atau PBT?
    4. Dulu mas Wahid tes TOEFLnya(bila menggunakan toefl) di institusi mana?
    5. Menurut mas Wahid perlu atau tidak mengambil B2?
    Setelah belajar Deutsch , Kemampuan English saya mengalami penurunan atau ada
    tips yang efektif untuk masalah saya ini?
    6. Saya berencana mendaftar di Hohcshule/FH , bagaimana menurut mas Wahid?

    fur Ihre baldige Antwort bin ich sehr dankbar.

    • wahidyankf

      Hallo ophenk… salam kenal juga yah… 😀 Saya coba jawab satu persatu yah.. 🙂

      1. Kalo pertimbangannya ingin mencari beasiswa dulu, ada baiknya kamu nyocokin pendaftarannya dengan beasiswa itu sendiri.. 😀

      2. Saya memakai IELTS dan toefl ITP untuk pendaftaran kampus. Adapun alasan saya pakai IELTS adalah karena di IELTS tes conversationnya diuji dengan orang, dan bukan direkam dengan mesin seperti pada TOEFL IBT. Believe me, speaking with man is a lot of easier than speaking with a machine.. 😀

      3. Tidak, dan saya melampirkan juga toefl ITP hanya untuk menambah “tebal” aplikasi saya saja. 😀

      4. Saya IELTS menggunakan IDP Pondok Indah.

      5. Jika pertimbangannya dibandingkan menganggur, ya. Tapi ada baiknya untuk kelas di atas B1 diambil di jerman. Karena dari B2 ke atas, kita harus menggunakan vocab sebanyak-banyaknya. Untuk grammar mungkin dapat dipelajari di sini, tapi untuk sprechen (vortrag, dll) akan lebih efektif jika dipelajari di jerman.

      Sejujurnya, saya juga merasakan hal yang sama dengan kamu, makanya, ketika saya akan tes IELTS, saya vakum belajar bahasa jerman dulu, dan fokus ke sana. Hal ini dilakuin biar kita gak reflek ngeluarin kata-kata bahasa jerman pas lagi tes IELTS.

      Sedikit tips, banyak-banyak nonton film inggris tanpa subtitle, dan baca artikel-artikel berbahasa inggris.

      6. Sebenarnya saya kurang punya pendapat tentang pertanyaan ini, tapi kalau bisa, ambil uni jika ingin melanjutkan sampai ke S2 atau S3. Karena FH itu setipe dengan politeknik, dan bukan universitas. Kecuali jika kamu menginginkan ilmu-ilmu terapan seperti yang diajarkan di politeknik.

      Semoga cukup menjawab yah.. Silakan jika ada yang ingin ditanyakan lagi. 😀

      • mike

        Malam mas, saya juga berencana untuk mengambil S2 di jerman. rencananya desember ini saya akan ikut tes untuk mengambil sertifikat B1. Tp sampe saat ini saya masih sangat bingung untuk memilih Uni dan fakultas yang harus saya pilih dengan background saya yang Sarjana Ekonomi. Apakah ada saran untuk saya bisa memilih fakultas dan universitas? awalnya juga saya berencana untuk mengambil sertifikat level B2. Namun saya lihat ada beberapa perubahan persyaratan dari universitas yang mengharuskan untuk punya DSH 2 oder 3. Apakah masih ada kemungkinan saya diterima di universitas tersebut hanya dengan memiliki sertifikat B2 dan bukan DSH?

        • wahidyankf

          Halo Mike..

          Saran saya simpel sih sebenernya. Pilih yang bener-bener kamu suka, dan sesuai dengan pendidikan S1 kamu. 🙂 Ini tergantung programnya banget keterima B2 atau nggak. Coba kamu cek website masing-masing univ. Btw dulu saya pernah dapet akbar kalau di Uni Duisburg Essen ada program manajemen yang bahasa pengantarnya campuran yang butuhnya B1 + Toefl. Monggo di check.

        • mike

          trims mas masukannya.. ada lagi yang saya mau tanyakan. Saya melihat juga beberapa uni yang mensyaratkan kepemilikan sertifkat testdaf. apakah testdaf yang disediakan di Goethe itu adalah testdaf (4×4)? berdasarkan tingkat kesulitan, lebih sulit testdaf atau level B2? oh iya mas, ada juga persyaratan untuk memiliki sertifikat GMAT. kalo di indonesia sendiri, bagaimana yah peluang untuk lulus GMAT? maap yah as banyak tanya, hehe mau nyari gambaran itu 🙂

          • wahidyankf

            TestDaf lebih sulit daripada B2. 🙂

            Peluang lulus GMAT tergantung usaha kamu. Tapi pada dasarnya sangat mungkin. 🙂

  • ophenk

    terima kasih mas atas jawabannya yang jelas dan padat 🙂
    klo mendaftar hanya menggunakan sertifikat B1 chance untuk memperoleh zulassung gimana tuh?
    trus ada contoh recommedation letter gak mas sebagai acuan aja(informasi apa saja yang harus ditulis)?
    kemudian setelah menerjemahkan ijazah dengan sworn translator maka harus dilegalisir di kampus lagi yah?
    trus klo ijazah dan transkrip dari kampus yang udah berupa english harus diterjemahkan lagi gak pake jasa sworn translator
    schliesslich klo pake jasa sworn translator sebaiknya translate deutsch atau english

    terima kasih banyak atas informasinya

    • wahidyankf

      Sama-sama mas. 🙂

      Zulassung dari mana nih mas maksudnya? Sebenernya semua tergantung persyaratan yang diberikan oleh univ/sprachkursnya. Saya sendiri dapet kok visa studi, dengan menggunakan zulassung dari kelas persiapan dsh dari VHS Aachen. Di mana saya daftar kelas persiapan bahasa ini dengan menggunakan sertifikat B1.

      Contoh recommendation letter ada sih, tapi belum sempat saya masukin. Mungkin setelah saya sampai ke jerman akan saya pos tentang recommendation letter. Tapi isinya kurang lebih si perekomendasi itu kenal kita di mana, dari kapan, dan menjelaskan tentang kompetensi kita, dan kecocokan kita terhadap bidang studi yang akan diambil. Coba kamu tanya saja ke dosen, biasanya mereka akan menulis sendiri surat rekomendasinya, dan menyerahkan ke kita dalam amplop tertutup. 🙂

      kalo emang udah dalam bahasa inggris, harusnya gak usah diterjemah lagi. tapi coba check di kampusnya, mereka menerima dokumen dalam bahasa apa aja.

      Kalau saya sih bahasa jerman, tapi kalau mau inggris juga gak apa-apa. Soalnya rata-rata universitas menerima dokumen dalam bahasa inggris. 😀

  • halo mas wahid, apakah ijazah SMA sangat dibutuhkan ? atau hanya optional?

    Trus menurut mas wahid pengalman kerja berpengaruh atau ga? thx ya

    • wahidyankf

      Hallo adriangood, Ijazah SMA sangat dibutuhkan, terutama untuk melamar Studienkolleg, S1, dan S2. 😀

  • weehhhh butuh toh…gw kirain cuman ijazah s1 dan transkrip nilai aja…. meskipun ga di cantumin untuk melampirkan ijazah sma , tetep ya mas?

    thanks lho mas udah di jawab

    • wahidyankf

      Yup yup yup… sayangnya butuh… 😀 sama-sama… 😀

  • ruri

    Salam sukses mas, saya kuliah di fakultas farmasi pengen nerusin s2 di jerman. Tapi saya masih buta tentang jerman, baik universitasnya, bahasanya, maupun program studi. mohon sarannya buat saya. terimakasih

    • wahidyankf

      Halo Ruri…Terima kasih sudah mampir di sini.. 😀

      Untuk memberikan sedikit gambaran tentang jerman, silakan Ruri baca blog ini di bagian:

      http://jermandes.wordpress.com/peta-tulisan-jermandes/ .

      Di sana ada tulisan-tulisan yang akan membantu memberikan gambaran tentang studi di Jerman, dan hal apa saja yang diperlukan untuk melanjutkan kuliah di Jerman. Dari sana, untuk informasi lebih lanjut, kamu juga bisa buka:

      http://jermandes.wordpress.com/useful-links/

      Di sana ada beberapa link yang bisa membantu ruri untuk mendapatkan info yang ruri inginkan. Semoga bisa cukup membantu yah, silakan kalau memang ada yang ingin ditanyakan kembali. 😀

  • ruri

    kalo belajar bahasa jermannya nggak di goethe gimana mas? ada nggak goethe di jogja?

    • wahidyankf

      Sebenernya gak di Goethe juga gak apa kok… Asal kamu bisa dapet target sertifikat bahasa yang kamu inginkan.. Cuman bedanya, di goethe ada konsultan yang memang dari DAAD, dan biasanya anak-anaknya memang niat mau ke sana (kalau les superintensif), jadi ada info-info yang memang bisa membantu kepergian kita ke Jerman. 😀

      Tapi kalau memang satu dan lain hal diputuskan untuk tidak les di sana juga gak ada masalah. Asal kamu bisa mendapatkan informasi yang cukup. 😀

      Oia, di Pulau Jawa, goethe cuman ada di Jakarta dan Bandung, dan tidak ada di Jogja.

  • ruri

    oke mas, makasih 🙂

    • wahidyankf

      sama-sama. 🙂

  • Mas,,mau numpang nanya.. ad ga program spesialis di jerman??? Mohon infony kalo ad teman yg lagi ngambil spesialis di jerman… makasi

    • wahidyankf

      Halo Leo… Punten sebelumnya, saya masih kurang jelas. Program spesialis apa yah maksudnya? kedokteran kah? atau?

  • Iya mas,, program spesialis kedokteran mksdny…

    • wahidyankf

      Halo leo,

      Ada kok program spesialis di Jerman. Jujur aja yah, saya pribadi kurang tau tentang spesialis kedokteran di jerman. Tapi dari teman saya yang kedokteran, dan pengen studi spesialis di sini, akan berbeda daripada melamar universitas yang ada di sini. Menurut mereka, melamar program spesialis di sini gak ada waktu yang pas seperti halnya melamar universitas (sommer atau winter semester), akan tetapi tergantung ketersediaan tempat di program spesialis yang ingin didaftarkan. Jadi, bisa aja dia buka bulan februari, atau november, atau malah tidak ada tempat sama sekali.

      Dan untuk prosedurnya, kalau mau spesialis harus kontak ke professor yang ada di univ yang ada di sini, dan menanyakan apakah ada tempat untuk spesialis di bidang yang kamu inginkan. Ada baiknya ketika mengontak professor, disertakan juga CV, dan motivation letter kamu di dalam bahasa jerman. Dan untuk amannya, lengkapi juga syarat bahasa untuk program spesialis (biasanya B2).

      Cuman itu doank sih yang saya tau. Semoga bisa cukup membantu.

      -Yoka-

      note: coba buka http://infostudimedik.blogspot.de/ untuk info soal kedokteran di jerman.

  • mas wahid,
    bisa minta alamat emailnya ngga ?
    saya mau banyak nanya tapi malu banget soalnya kayanya pertanyaan saya bakalan paling dodol deh 🙂
    tx

    • wahidyankf

      Halo bintanguh,

      Gak apa kok nanya di sini, gak akan ada yang ngina2 juga.. hehe. Punten pisan, bukannya gak mau ngasih alamat imel, tapi biar yang lainnya juga bisa belajar. 😀 So, di sini aja yah nulisnya. 😀

  • wahidyankf

    Yudha, 30 October 2012, on: http://jermandes.wordpress.com/2012/09/20/biaya-minimum-melanjutkan-studi-ke-jerman-versi-swalayan/#comment-171

    halo mas wahid, sekedar bertanya.. saya lulusan s1 ilmu politik . saya sudah punya impian untuk melanjutkan studi ke jerman jadi sekitar awal tahun depan saya ingin ikut les intensif .yang ingin saya tanyakan, bisa gak kita lanjut s2 tp dgn jurusan berbeda, karena saya mau ambil jurusan bisnis int. apa harus ikut scholarship dl atau bgmn? mohon pencerahanya

    • wahidyankf

      halo yudha…

      Kalau masalah untuk pindah jurusan, keputusan mutlak ada di Universitas yang mau kamu masukin. Jadi ada baiknya untuk melihat di web universitas ataupun nanya secara langsung ke universitas yang mau kamu masukin. 😀

      Kalau kamu memang ada cukup dana, gak musti pake scholarship juga bisa kok, asal kamu ikutin semua prosedur dan deadline dari tiap universitas. 😀

      well, good luck yah.. silahkan kalau ada yang ingin ditanyakan lagi. 😀

  • YUDHA

    hatur nuhun kakang prabu wahid atas informasinya, sampai bertemu di sana ya.. Amin yra 🙂

    • wahidyankf

      zzzz.. lebay manggilnya.. -__-” sippo.. sama2 yah.. semoga bisa cepet sampai di sini.. 😀

  • bagus

    mas yang maksud essay itu mengenai apa?dan GRE / GMAT itu apa mas?

    • wahidyankf

      Halo bagus.

      Essaynya tentang bidang yang mau kita masukin. GRE atau GMAT itu semacam tes TOEFL, tapi untuk mengukur intelejensia kita. Untuk lebih jelasnya bisa dibrowsing di Internet dengan keyword GMAT atau GRE.

  • wahidyankf

    From Araitha “Mas Wahid, mau numpang tanya ya, untuk apply s2 di Jerman enaknya dr Indonesia baru kita ikut kelas ujian DSH atau ikut kelas dulu baru kita applynya dari Jerman langsung?mohon bantuannya ya.Makasih ^^”

    • wahidyankf

      Halo araitha… sebenarnya bisa 2-2nya sih… tergantung dari univ mana yang mau kamu lamar.. Tiap univ punya timeline yang berbeda, maka ada baiknya kamu cocokin aja dengan jadwal yang kamu punya.

      Kalau saya kemarin udah apply dulu dari Indonesia untuk sommer semester 2013, di mana sommer semester ini baru dimulai lewat bulan april 2013 (padahal waktu itu saya daftar pas pendaftaran winter semester 2012 sekitar bulan juli 2012).. Untuk sommer semester ini saya diharuskan untuk menyerahkan bukti lulus ujian DSH sebelum april 2013 (jika januari nanti diterima di sini)..

      Jadi sebenernya terserah kamu mau pilih yang mana, mau daftar di Indonesia dulu, atau baru pas ada di jerman, tapi intinya adalah, kamu cocokkan dengan timeline dari masing-masing univ yang kamu incar.. 😀

  • Ihsan

    Salam kenal mas Wahid. 😀 Langsung saja, saya tertarik tentang informasi perkuliahan S2 di Jerman, terutama tentang prospek keilmuannya. :D. Saat ini saya intensif di kajian Humaniora (sastra & linguistik), Kebudayaan dan Sejarah. Nah setelah baca komentar-komentar sebelumnya, kebanyakan kan teknik sama hukum dll. terus bagaimana tentang kajian Humaniora disana? takutnya salah alamat kalau mau mendalami ranah Humaniora di Jerman. atau ada saran negara lain?

    • wahidyankf

      Halo ihsan.. Salam kenal juga yah.. 😀

      Jujur aja yah mas.. saya gak tau… karena memang bidang saya bukan di sana, jadi minim sekali pengetahuan saya tentang itu.. 😀

      Tapi sejauh yang saya tau, jerman juga cukup terkenal kok buat humanioranya, kebudayaan, dan sejarah.. Sebut saja sastrawan seperti Goethe, dan musisi-musisi klasik besar seperti Johann Sebastian Bach, Ludwig van Beethoven, Franz Schubert, dan Johannes Brahms. Nama-nama di atas nunjukin kalo jerman juga cukup jagoan rupanya untuk hal selain teknik.

      Untuk pilihan univnya di sini, saya coba browsing dikit tentang hal ini, mungkin bisa mas ihsan bisa mulai di sini:

      http://www.topuniversities.com/university-rankings/world-university-rankings/2012/subject-rankings/arts-humanities

      Walopun sebenernya agak kurang tepat sih nyari di sini, karena jerman terkenal dengan kelas yang massiv di universitasnya (satu kelas bisa berisi ratusan orang), berbeda dengan univ2 di berbagai negara yang biaya sekolahnya harus bayar mahal seperti amerika dan inggris.

      Semoga bisa sedikit membantu.

    • Hallo Ihsan,
      Saya mau bantu menjawab mengenai kajian Humaniora di Jerman. Tidak salah kalau mau belajar Humaniora di jerman misal Sejarah atau sastra. Karena dsini banyak sekali penulis terkenal seperti Goethe dan Schiller atau Filsuf Friedrich Nietzsche mungkin pernah mendengar. Atau bahkan pelopor sosialis komunis Karl Marx juga berasal dari Jerman. Tidak lupa pula sejarah revolusi gereja di Halle Wittenberg dimana Martin Luther menterjemahkan Bible dari bahasa latin ke bahasa Jerman dan lahirnya Kristen Protestan yang sekarang banyak kita temui.

      Kelebihannya kalau kamu belajar benar2 disini, bukan hanya ilmu dan pengalaman yang kamu dapatkan tapi kamu bisa melihat langsung naskah aslinya yang terjaga dengan baik bahkan ruangan atau rumah mereka dulu tinggal terjaga dengan baik dsini dan pemerintah Jerman sangat menjaga warisan sejarah mereka dulu. Saya juga suka baca2 sejarah tokoh terkenal diatas dan pernah beberapa saya mengunjungi tempat dimana Martin Luther dulu pernah menterjemahkan Bible yaitu di Wartburg Eisenach. Saya juga pernah belajar di Universitas (Friedrich Schiller Universität Jena berdiri 1558) yang sama dimana Martin Luther pernah mengajar dan Johan wolfgang Goethe dan Friedrich Schiller pernah jadi dosen. Bahkan Karl Marx mendapatkan gelar doktor disini. Ernst Haeckel pencetus teori evolusi juga pernah di Universitas ini (Promosi dikit, hehehe).

      Bahkan beberapa tokoh penting seperti Carl Zeiss pendiri lensa Carl Zeiss juga pernah menjadi mahasiswa di sana. Dan masih banyak lagi yang bisa kamu eksplorasi dari Universitas lainnya. Kalau kamu sangat ingin tahu, kamu bisa mulai dengan googling tokoh2 diatas. Nanti kamu bisa menentukan spesifik pengen kuliah apa nanti disini.

      Intinya ilmu sosial juga tepat belajar di Jerman, karena Psikologi juga ditemukan di jerman, dan beberapa tokoh penting dalam ilmu ini juga berasal dari Jerman…

      Selamat googling, jurusan apa yang kamu mau. Bisa juga gukanan situs http://www.daad.de untuk melihat jurusan yang spesifik…

  • Alfaro

    salam kenal mas wahid

    ada beberapa hal yang ingin saya tanyakan:
    1. dokumen yang dikirim ke universitas di jerman dalam proses apply berupa fotocopy yang dilegalisir, apakah saat proses pendaftaran ulang disana harus menunjukan dokumen asli atau tidak? (walaupun mungkin setiap universitas berbeda)

    2. untuk melegalisir hasil fotocopy tes TOEFL, apakah bisa di notaris atau bagaimana? karena saya diminta untuk mengirim fotocopy toefl yang sudah dilegalisir.

    • wahidyankf

      Halo alfaro.. Saya coba jawab ya..

      1. Biasaya iya.

      2. Legalisir hasil TOEFL bisa kamu minta ke tempat kamu test TOEFL.. Dan perlu dicatat bahwasanya TOEFL yang kamu gunakan resmi dari ETS, dan bukan institutional TOEFL (ITP)

      semoga bisa membantu.. 😀

  • diah

    Ass, salam kenal mas
    Saya diah salah satu guru sejarah sma di kota batam. Rencananya saya ingin melanjutkan studi master di jerman. Kalau untuk beasiswa sih saya sudah tidak tertarik karena umur dah kadaluarsa jadi saya menggunakan biaya sendiri. Ada beberapa uni yang menawarkan s2 sejarah dan saya tertarik dengan Freie Universitat. Namun ada ganjalan ni mas.
    Kebetulan status saya guru pns otomatis bila saya ingin melanjutkan harus melalui proses izin belajar. Dan saya agak sedikit khawatir sebab izin belajar sering kali mempersulit keinginan pns untuk mengembangkan ilmunya. Pertanyaan saya;
    1. Pernah dengar gak mas seperti pengalaman saya ini
    2. Ada 1 studenkolleg di jerman yang berani memberikan rekomendasi ke saya khususnya untuk ke uni dan pengurusan visa. Bisa dijamin gak ya
    3. Apakah bila kita punya saudara di jerman akan bermanfaat untuk izin tinggal kita atau lainnya, dan terakhir apakah bukti dokumen kemampuan berbahasa merupakan keharusan. Terima kasih

    • wahidyankf

      Halo Bu Diah.. salam kenal juga… 😀

      Saya coba jawab yah bu..

      1. Belum pernah bu, ini baru yang pertama kalinya.

      2. maksudnya bisa dijamin gimana yah bu? saya kurang mengerti pertanyaan ibu yang ini. (punten pisan)

      3. Yup. akan bermanfaat, apalagi kalau mau menjamin kita. Dan sayangnya dokumen bahasa merupakan keharusan, untuk kebutuhan sertifikat bahasa apa saja yang harus didapatkan, bisa ibu lihat di alamat web universitas yang ingin ibu masuki. 😀

      Semoga bermanfaat.

      – Yoka –

  • dian

    salam kenal mas.. saya dian..
    saya jurusan kimia, saya tertarik mau melanjutkan disana, tapi masih bingung mau masuk ke universitas mana. mas bisa tolong rekomendasikan universitas di jerman yang sesuai dengan jurusan saya..
    terimakasih…

    • wahidyankf

      Halo dian.. Coba kamu browsing dulu di web kami yang tentang universitas yah.. Di sana ada tentang tu-9 dan ranking univ di jerman menurut verai Wirtschaft Woche.. Nah, dari sana, baru bisa kamu browsing web univ-univ tersebut satu persatu, dan lihat grup riset mana yang kamu anggap menarik.. 😀

      Good luck.. 😀

  • RhezaWildan

    Salam kenal mas wahid, saya rheza
    Saya mahasiswa teknik sistem produksi di Politeknik Manufaktur Bandung
    saat ini saya sedang studi D4 atau disini setara dengan pendidikan S1 dan bisa langsung mengambil S2 bila ingin melanjutkan. Dan saya tertarik untuk melanjutkan studi di jerman.
    yang ingin saya tanyakan apakah lulusan D4 disini bisa langsung mengambil S2 di jerman?
    terimakasih..

    • wahidyankf

      Halo Rheza..

      Sejauh yang saya tahu dari pengalaman temannya teman saya (semoga saya salah).. Untuk lulusan D4 indonesia yang ingin ke sini agak bermasalah, karena jerman tidka mengenal sistem pendidikan D4, dan kamu harus mengambil ulang S1 kembali (lagi, semoga saya salah).. Tapi untuk lebih pastinya, coba kamu tanya univ-univ atau FH yang ada di sini, apakah kamu bisa langsung S2 atau tidak.

      Saya doakan semoga berhasil.

      – Yoka –

  • Sheily

    halo mas wahid, salam kenal saya Sheily..
    saya mau tanya untuk dokumen seperti ijazah s1 dan ijazah SMA apakah harus disertakan aslinya atau cukup fotokopinya saja??
    terima kasih

    • wahidyankf

      Halo shelly.. Salam kenal juga.. 😀

      Cukup kamu sertakan legalisir dan terjemahannya saja (tanpa aslinya).. 😀

  • Sheily

    terima kasih mas,
    oh ya saya mau tanya lagi bagaimana kita tahu jika universitas yg kita inginkan itu negeri atau swasta??
    karena yg saya tahu jika di universitas negeri tidak dipungut biaya
    dan juga saya mau tanya jika s1 saya farmasi apakah bisa saya mengambil s2 biologi molekuler
    maaf merepotkan 😀

    • Hallo Sheily,

      saya mau membantu menjawab nih, kalau ingin tahu Universitas itu swasta atau negeri bisa googling nama Universitas tujuan kamu,, biasanya di wikipedia disebutkan apakah universitas itu swasta atau negeri. Sebagai informasi, Universitas negeri juga bisa dipungut biaya untuk jurusan terntentu yang program International. Misal jurusan MBA. Universitas berbayar bukan patokan itu Universitas swasta atau negeri. Tapi kalau jurusannya berbayar sekalipun, universitas negeri biayanya tak sebesar univ swasta pastinya…

      Dari farmasi atau biologi molekuler bisa diketahui dengan mengontak pihak Universitas tujuan di jurusan atau departemen yang bersangkutan. Tapi bisa baca2 dulu deskripsi jurusanya di universitas itu sebelum bertanya dan kalau ada modulenya juga. Kenapa? Ada baiknya kita bertanya jika tidak ada jawaban di Situs remsi mereka. Karena tipikal orang jerman, mereka tidak terlalu suka pengulangan pertanyaan yang jawabannya bisa dilihat di website mereka misal di bagian FAQ.

  • Halo mas Wahid,
    saya mau tanya lagi tentang persiapan visa studi ke jerman.
    Begini mas, saya kan rencana mau sekolah S2 di Jerman. tahap awal saya, saya sudah apply certificate saya ke Zeugnisanerkenungstelle. dan sedang menunggu surat dari sana.
    dan rencana saya mau ambil kelas bahasa untuk A1 di ASL München, dan berdasarkan info dari ASL juga untuk apply student visa lebih baik dilampirkan surat dari Zeugnisanerkenungstelle.
    mungkin surat dari zeugnisanerkenungstelle akan jadi bangsa 1minggu, nah kalo udah dapet suratnya saya baru dah daftar dan bayar ke ASL, lalu dapet zulassung dari ASL kan yah untuk apply visa.

    kalo boleh tau, Zeugnisanerkenungstelle apa yah? saya baru denger. Soalnya kemarin saya cuman simple pake zulassung dari sprachkurs..

    naaah, kira-kira bisa ga mas kalo misalnya saya apply student visa namun dokumen yang saya punya / belum dipersiapakan heheh(beserta pertanyaan), sebagai berikut (saya copy list dari web ini juga heheh):
    1. Uang 60 Euro (dalam rupiah) , sudah ada
    2. Passport Republik Indonesia (SPRI) Asli, sudah ada
    3. 2 x print-out email bukti appoinment pengurusan visa (ini saya belom laksanakan karena saya masih ada di jerman)
    4. 2 x fotokopi surat penerimaan saya di kelas bahasa ASL (sedang dalam proses menunggu surat dari zeugnisanerkenungstelle, tapi pasti dilaksanakan).

    5. 2 x bukti telah dibuatnya blocked account untuk keperluan visa dari Deutsche Bank == mas kalo masalah ini bisa ga diganti dengan surat sponsor ? kan kebetulan ortu saya sudah tinggal disini, nah jadi pake surat pernyataan bahwa yang akan menanggung semua biaya kuliah selama studi adalah ortu saya, gitu maas gimana ? bisa ga? )

    6. 2 x pasfoto untuk proses aplikasi visa. (sudah ada)
    7. 2 x Ijazah S1 saya yang telah dilegalisir oleh kampus. (sudah ada)
    8. 2 x Hasil terjemah ke bahasa jerman Ijazah S1 (belom, translate nya dimana baiknya yah mas???)

    saya dulu pake di louis liem.. tapi sebenernya terserah kamu juga mau makai yang mana.. selama ada di dalam penerjemah tersumpah yang ada di website kedutaan… 😀

    9. 2 x Transkrip S1 saya yang telah dilegalisir oleh kampus (sudah ada)
    10. 2 x Hasil terjemah ke bahasa jerman Transkrip S1 saya.(sudah ada)
    11. 2 x Ijazah SMA saya yang telah dilegalisir oleh SMA saya. (sudah ada)
    12. 2 x Hasil terjemah ke bahasa jerman Ijazah SMA saya(belom, )
    13. 2 x STTB SMA saya yang telah dilegalisir oleh SMA saya. (sudah ada)
    14. 2 x Hasil terjemah ke bahasa jerman STTB SMA saya. (belom)
    15. 2 x Formulir aplikasi visa yang sudah diisi. (belom punya formulirnya, bisa di download ga mas formulirnya?)

    bisa, semua formulir ada di dalam web kedutaan… 😀

    16. 2 x Legalisir Sertifikat Bahasa Jerman dari Goethe Institut (ZD). (nah ini saya ga punya, kan tujuannya saya mau sekolah bahasa A1 di ASL, gimana tuh mas , masalah ga?

    nah.. kalo yang itu saya kurang tau juga.. soalnya dulu saya pake.. tapi kayaknya gak harus deh kalo kamu mau les bahasa.. Apalagi yang dasar..

    17. 2 x Surat Pernyataan (Formulir Kedutaan Jerman). (belom dapet)

    dulu waktu itu saya dapet ini waktu di kedutaannya.. (minta di pos satpam) tapi katanya mereka, ada di web kedutaannya..

    tolong jawab yah mas satu persatu yang ada pertanyaannya hehhehe. dilain hal mas saya belom mulai daftar ke universitas. kan rencananya saya mau lulus sekolah bahasa dulu sampai B2 atau C1. gitu baru deh saya bisa daftar ke Uni kalo udah punya sertifikat bahsa yah kan mas.
    Namun saya sudah punya pilihan mas untuk ambil uni dimananya. saya tertarik untuk ambil master in economics di LMU, atau pilihan lainnya di FH ohm nürnberg, TUM, FH München. itu cuma ada 4 saya tertariknya. dan karena yang jurusan saya suka seperti statistic atau finance itu sebagian bahasa pengantarnya bahasa jerman, jadi saya haru ambil bahasa kan mas jadinya mau ga mau, selain itu juga biar saya bisa ambil part time juga hehehe lumaya punya penghasilan sendiri.

    well, mas Wahid di jerman dimananya mas ?? bisa ketemu langsung ga mas ? kalo langsung nanya ke orangnya kan enak yak jadi puas. hahahah
    mumpung skg saya masih di jerman gitu, jadi saya bisa tanya langsung ke mas Wahid.

    saya di aachen… boleh aja sih sebenernya ketemu langsung, tapi masalahnya saya lagi pontang-panting buat persiapan DSH (makanya bales2 komennya juga jadi lama).. X_x

    tolong jawab yah mas emuanya, map panjang banget. hehehe

    • wahidyankf

      Halo victoria…

      Panjang yah pertanyaannya.. Saya coba jawab satu-satu yah.. 😀

  • Sheily

    ooh,oke.. makasih mas Indra prasetyo.,
    hehehe 😀

  • Steve

    Halo Sheily, saya cuma sekedar lewat aj, tapi dari bbrp pertanyaan itu ada yang saya rasa bisa saya bantu selagi nunggu jawaban dari mas Wahid/Indra, karena saya juga ga mau dibilang nanti sok tau (masih mencari info juga) hehehe..

    8. Ijasah S1 nya aslinya dalam bahasa apa? Kalau sudah bahasa inggris (atau di bbrp uni di indo biasa mereka memberikan jasa terjemahan, jadi kita bisa minta mereka untuk ngeluarin Ijasah dalam bahasa Inggris). Dan kalau sudah dalam bahasa inggris, kebanyakan uni di jerman (apalagi untuk Master), biasanya mereka mau menerima, tergantung Uni juga, jadi bisa dicek di web Uni yang dituju.

    15. Untuk formulir visa bisa didapetin di link ini (sekalian juga cara2 mengurusnya ) harusnya di tulisan itu ada link buat download formulirnya,

    http://jermandes.wordpress.com/2012/09/17/mengurus-visa-studi-di-jerman/

    16. Untuk surat bahasa, kalau menang Sheily mau ke Jerman nya untuk Kursus Bahasa, sepertinya ini tidak diperlukan. Untuk pendaftaran visanya yah berarti pakai antara Zulassung nya dari Uni ato dari Kursus Bahasanya.

    17. Surat pernyataan, dari tulisan mas Wahid, di link tadi, juga dia bingung carinya kemarin dimana, sarannya sih minta dari Satpam di kedubes nya, surat pernyataan ( kalau memang yang dimaksud ini)

    Segitu aja yang saya tau, moga2 saya ga salah kaprah soal pertanyaannya ya.

    • mas Steve, itu pertanyaan dari saya Victoria bukan Sheily. salah ahahha. Well, makasih udah direspon.
      trus mau nanya lagi, untuk terjemahin ijazah harus bawa yang asli atau bisa dalam bentuk fotocopy?
      prosesnya berapa lama untuk terjemahin dan legalisir???
      dan untuk legalisir di Botschaft Jakarta itu berapa lama prosesnya?? trus yang dilegalisir ke Botscfaht Jakarta tuh copy dari terjemahan atau yang sudah dilegalisir dari penterjemah?

      • wahidyankf

        lamanya legalisir tergantung dari kampus ato sekolah kamu bisanya berapa lama..

        sedangkan terjemahan itu biasanya 1 minggu atau lebih, tergantung dari lagi penuh atau nggaknya penerjemah yang kamu pilih.. 😀

        untuk legalisir di botschaft, saya gak pernah ngelakuin. Karena saya gak ada dokumen yang perlu dilegalisir di sana.. 😀

    • wahidyankf

      Terima kasih untuk bantuannya.. 😀

    • wahidyankf

      Terima kasih yah steve untuk bantuannya.. 😀

  • Steve

    Sama2 mas, kebetulan aja pas yang ditanya saya tau jawabannya hehehe.
    Hahahaha aduh maaf salah liat, hahaha, Kirain tadi sama orangnya.
    mas Wahid, di masalah penerjemah itu, kemarin di Louis Liem di charge berapa? Dulu mas kasi originalnya atau bisa ga kita scan lewat email gitu? mereka nerima ga? Karena kan saya lumayan padat jadwalnya, dan untuk kesana lumayan jauh, bisa sih cuma harus diatur waktunya, kan lumayan bisa hemat waktu perjalanan gitu, Kemarin Mas wahid gimana? Sorry ni kalo ga pas sama thread nya.

    • hei steve,

      sekedar menambahkan, kalau masalah tarif mungkin bisa tanya ybs. Soalnya kami disni tidak menggunakan jasa penterjemah yang sama, mungkin lho… hehehe… Kalau pengalaman saya dulu saya cukup kasi copy yang dilegalisir oleh penerbit dokumen yang ada cap, ttd, dan tanggal legalisasi itu, dan kirim via pos, saya belum pernah via scan email, mungkin bisa ditanyakan ke sana. Sepertinya sih bisa, karena akan menterjemahkan persis seperti apa dokumen yang mereka terima, kalau mereka terima copy tanpa legalisir yah seperti itu mereka terjemahkan, kalau mereka terima copy plus legalisir yang tertera tanggal, cap, ttd. yah nanti itu juga mereka terjemahkan. Dan tidak perlu dokumen asli cukup copy legalisirnya.

      Jadi coba kirim via pos atau scan copy yang dilegalisir… kalau dokumen kurang mereka pasti ngabarin balik kok…

  • Zeugnisanerkenungstelle itu untuk penyetaraan sertifikat kita mas di Germany, bisa atau ga nya untuk lanjut sekolah di Germany. jadi, yang mutusin bisa ga nya itu dari pihak Zeugnisanerkenungstelle, kalo sertifikat kita udah diakuin di germany jadi menurut info dari sini jadi lebih mudah untuk daftar ke universitas dan urus visa.
    tapi itu saya kata pihak zeugnisanerkenungstelle, belom saya buktikan secara langsung, baru info dan masih proses juga dokumen saya heheheh.

    btw makasih banyak mas jawabnnya.

    oya mas untuk S2 tuh minimal B2 atau C1 sih ???
    soalnya jurusan yang mau saya ambil bahasa pegantarnya 50% inggris, 50% germany.

    • hallo Victoria,

      sejauh yang saya tau, kalau kuliah 50:50 Bhs Jerman dan bhs Inggris minimum untuk bahasa Jerman C1 atau sertifkat yang setara dengan itu dan bhs Inggris standar sih IELTS antara 6.0, iBT 80. Sekali lagi tergantung Uni sih. Karena kmrn saya sempat mau daftar di FH Fulda untuk jurusan spt itu. Mereke butuh kemampuan bhs Jerman setara C1 atau DSH 2 atau Test DaF 4×4. Bhs Inggris mereka minta ILETS cuma 5.5, kalau iBT saya kurang paham, karena saya cuma punya IELTS….

      Coba cek di website Universitas tujuan dan kalo tidak ada informasi disana bisa E-mail ke bagian admisi….

    • wahidyankf

      Sama-sama.. 😀

      Yup, bener sekali.. seperti yang Indra bilang, ada baiknya kamu check ke Univ yang mau kamu masukin.. karena setiap univ bisa beda-beda.. 😀

  • patricia

    Halo mas Wahid, salam kenal 🙂
    Saya ada pertanyaan nih, mengenai bahasa.. jika saya hanya memiliki sertifikat B1, sedangkan rata2 uni/FH disana butuhnya sampai tingkat C1, apakah saya perlu mengikuti kursus bahasa jerman lagi disana? Jika memang ya, apakah lembaga bahasa nya disediakan dari kampus tsb?
    Makasih banyak mas 🙂

    • hai Patricia,

      saya mau bantu jawab nih… mengenai sertifikat bahasa, bisa kita ikut kelas C1 di Indonesia misal goethe Jakarta akan tetapi intensitasnya seminggu tidak 29 Jam pelajaran.. Jadi kemungkinan progressnya tidak banyak dan perlu belajar ekstra… Kursus bahasa Jerman di Jerman banyak sekali mulai dari Vhs di setiap kota sampai Sprachzentrum di setiap Uni. Kalau terdaftar mahasiswa Uni atau FH bersangkutan biasanya gratis atau kalau bayar sekalipun tidak semahal siswa yang non mahasiswa di Uni tersebut… tinggal googling aja pasti ketemu

      Perlu atau tidaknya kursus bahasa Jerman di Jerman bisa ditanyakan ke diri sendiri. APakah kamu sudah cukup puas dengan bahasamu skrg? Apakah kamu bisa memahami orang Jerman yang berbicara lebih cepat dan dialek masing2 yang berbeda dengan latihan di kursus bhs jerman? Apakah uni yang bersangkutan mewajibkan kemampuan bahasa Jerman yang setara C1?
      Banyak teman saya yang lanjut master atau S2 disini mereka tetap belajar bahasa Jerman disni sampai level B2 bahkan C1 agar bisa bergaul dengan orang Jerman dan tidak terkendala bahasa selama disini…. Beberapa dari kami yang sudah B2 dari Indonesia merasa seperti B1 ketika berkomunikasi sama nativ jerman.

      Kembali ke kebutuhan masing2 individu sih…

  • Patricia

    Edit: maksudnya sertifikat B2 mas, bukan B1 🙂

  • Bagus

    saya punya rencana untuk lanjut s2 kedokteran di Charite Universitatsmedizin Berlin.

    • wahidyankf

      Smangat… 😀

  • Victoria

    Mas Wahid, mau tanya lagi.
    Aku kan udah translate dokumen di louis liem.
    nah pas diajuin ke kedutaan bilangnya salah, seharusnya yang diterjemahin ijazahnya bukan dari yang asli tapi dokumen ijazah yang sudah dilegalisir dari dekan.
    kok agak agak aneh yah mas? padahal kan dokumen original yang diterjemahkan, aturan kan sama aja yah??
    dulu mas wahid, dokumen yuang diterjemahin dari dokumen asli atau dokumen legalisir kampus?

    • wahidyankf

      Halo Victoria.. Hm..

      Kalau saya sih dulu dokumen yang sudah dilegalisir yang saya terjemahkan, karena untuk proses pendaftaran kampus, di web kampus tersebut tertulis bahwa saya membutuhkan legalisir dari ijazah asli, dan juga terjemahannya. Dan saya nangkepnya bahwa terjemahan di sini adalah terjemahan dari dokumen asli yang telah dilegalisir.

      Tapi seinget saya sih, dulu pihak louis liemnya yang memilih dokumen legalisir saya (daripada dokumen yang belum dilegalisir) untuk diterjemahkan. Saya agak aneh juga sebenernya kenapa kamu gak diminta.. hm..

      Jadi sekarang kamu legalisir ulang yah? Sori.. 🙁

      • Victoria

        Nah itu diaa, pihak Louis liem ga menyarankan saya buat terjemahin yg sudah dilegalisir. 🙁 .
        Jadi mau ga mau saya harus legalisir ulang deh. 🙁
        Hhmmm.

        Oya mas, Tanya lagi, kan transcript nilai saya yang dari kampus udah bahasa inggris, dan udah saya copy legalisir dari kampus juga . Nah itu perlu untuk dilegalisir di kedutaan ga ?
        Trus untuk persyaratan student visa maksud 2 rangkap itu harus semua fotocopy berlegalisir atau hanya satu aja Dan yg lain fotocopy biasa ?
        Well, thank you mas. 😉

        • wahidyankf

          waduh.. sayang banget yah yang kemarin berarti.. 🙁

          sepertinya kedutaan gak melegalisir apapun deh waktu saya dulu.. semua legalisir dilakukan di instansi yang berkaitan (misal, kampus atau sma).. Kedutaan hanya menerima data yang harus kita serahkan untuk visa.. 😀

          kalau teman saya dulu, dia 1 foto kopi dari legalisir, 1 legalisir.. Kalau saya dulu lupa gimana, tapi saya bawa foto kopi dan legalisirnya. Jadi kalau ada apa-apa, tinggal switch ke yang asli.. 😀

  • Dwi

    Halo mas Wahid. kebetulan lg searching mengenai studi pascasarjana ke Jerman dan akirnya mampir ksini. Mau minta bantuan nanya2 sdikit boleh?

    Saya rencana mau lanjut studi akir tahun dpn atau thn 2015 krn skrg sy msh koas. Kmrn br mampir Goethe ktny level A2 cukup utk pengajuan visa. Apa betul? Karena slm ini sy fokus utk persiapan IELTS dan kykny kl hrs les Jerman lg smp level B1/ B2 sy keteteran bagi waktunya. Hehe. Jd kl mnurut mas, aman ny sy bljr bhs Jerman di Indonesia smp level apa?

    Dan utk beasiswa, apa ada saran2 dari mas ato pengalaman dari kenalan? Terutama mengenai odds ny kita mahasiswa Indonesia utk dapat menerima beasiswa dsana trutama S2 di bidang kedokteran. Dan apakah biasanya ada batasan IPK tertentu.

    Terima ksh mas sblmny. Sudah nanya2 byk nih. Tuhan memberkati. 🙂

    • wahidyankf

      Halo dwi…

      Karena kamu koas, berarti kamu anak kedokteran yah? Hehe.. Hm.. Sebenernya saya kurang ngerti yah kalo masalah kedokteran di sini.. tapi, kalo berdasarkan pengalaman temen saya di goethe jakarta dulu, mereka butuhnya sertifikat B2. Jadi, kalo menurut saya, selesein dulu aja B2 di Indonesia, baru berangkat ke Jerman. 😀

      Kalau untuk masalah beasiswa, saya tidak tahu menahu, tapi kalo gak salah denger dari temen saya dulu, untuk mahasiswa yang lagi spesialis kedokteran dibayar ko, besarnya malah bisa sampe di atas 1000 euro per bulan. Karena biasanya mereka sambil kerja di rumah sakit tempat mereka ngambil spesialis. Nah untuk lebih detailnya saya gak punya info sebenernya, karena saya sendiri tidak pernah browsing masalah sekolah kedokteran di Jerman. 😀

      Semoga cukup membantu.

  • bens

    Halo mas,saya mau nanya
    Bagaimana cara mengkonversi dari SKS yang kita miliki ke sistem ECTS yg di minta oleh Uni di Jerman? Terima kasih sebelumnya

    • wahidyankf

      Halo bens..

      Kurang tahu juga sih saya, tapi kalau gak salah dari SKS ke ECTS itu dikali dengan 1.5.. Jadi 1 sks = 1.5 ECTS.. Cuman coba kamu cek lagi yah.. 😀

  • ghozaliii

    Asw, kang wahid…, ane gozali, maunanya lulusan D4, (sarjana terapan), bisa lanjut s2 ga? Atau, ada ga di jerman jenjang pendidikan lanjut untuk sarjans terapan? nuhun.. 😀

    • wahidyankf

      Waalaikum salam warahmatullah wabarakatuh.

      Halo ghozali,

      Waktu itu pernah bahas sama teman saya yang di sini, sepertinya lulusan D4 tidak bisa langsung lanjut S2, karena pastinya beda dengan gelar S1. Kalau saran saya, coba kamu cari tahu tentang ini dengan mengontak FH (FachHochscule / University of Applied Science / Sarjana Terapan) yang ada di Jerman, dan menanyakan kemungkinan untuk melanjutkan studi di sana dengan gelar D4. Saya yakin mereka akan bisa memberikan jawaban yang jauh lebih memuaskan dari saya.

      Semoga sukses. 🙂

  • salam kenal mas, saya Dadan.. 😀
    udah mulai kuliah Mas? hhe

    saya juga sangat ingin melanjutkan di Aachen Mas, di electrical engineer nya,
    tetapi Basic yang saya miliki adalah Physics (fisika murni), apakah memungkinkan jika saya ikut program master di ee Aachen mas?
    memang untuk skripsi s1 saya berhubungan dengan instrumentasi (mkrokontroller), dan semikonduktor, dan bidang minat di ee Aachen untuk program master adalah micro n nano elektronik nya,

    by the way, mas daftarnya di summer smester bukan y? nah, biasanya pengumuman accepted nya di bulan apa mas?

    thanks atas jawabannya mas.. 😀

    • wahidyankf

      Halo dadan..

      Saya belum mulai kuliah, masih kelas persiapan bahasa untuk DSH. hm.. Karena saya ngambilnya dari EE ke EE, jadi alhamdulillah bisa langsung (walopun nanti harus ngambil 3 mata kuliah tambahan). Kalau dari fisika mau ke EE gak tau juga deh bisa atau nggak. Mungkin ada baiknya kamu tanya ke pihak yang bersangkutan di RWTH Aachen, karena mereka pasti bisa ngasih jawaban yang jauh lebih memuaskan dari saya. 😀

      Saya daftar untuk summer semester 2013, tapi terakhir saya meminta keringanan untuk memindahkan penerimaan saya ke winter semester 2013/2014 (karena alasan bahasa DSH-2). Kalau kamu tertarik daftar untuk di RWTH, pendaftaran untuk sommer semester (bagi mahasiswa non uni eropa) tutup di bulan oktober, dan untuk winter semester tutup tanggal 1 maret. Pengumuman diterimanya kira-kira beberapa minggu setelah penutupan pendaftaran. Untuk lebih jelasnya bisa kamu lihat di website masing-masing universitas yang pengen kamu masukin. Soalnya sejauh pengalaman saya, tiap univ beda tanggal deadlinenya (dan ini dia yang kadang bikin ribet). 😀

  • nambah lagi mas, untuk persyaratan IPK ada persyaratan tertentu gk mas? berhubung kuliah agak amburadul sedikit.. wkwkwk 😀

    • wahidyankf

      Untuk beberapa univ, ada. Let’s say, karena kamu tadi berminat untuk masuk Aachen (RWTH), mereka mensyaratkan IP 3.0. 😀

  • salam 🙂
    saya masih semester 4 di jurusan Komunikasi Penyiaran, pengen banget dengan kemauan yang amat sangat melanjutkan s2 di Jerman. ada gak universitas yang ada jurusan Komunikasinya? terimakasih 🙂

  • eveline

    halo.. saya mau tanya. cara terjemahkan ijasah itu bagaimna ya? melalui lembaga khusus ato tidak utk menterjemahkannya? thx

  • Hi mas Wahid dan team jermandes … mau tanya dong,

    ” proof of successful completion of a university entrance examination ”

    itu apa ya kalo di indonesia?

    terima kasih ya

    • wahidyankf

      Halo adirangood..

      Setau saya saya gak perlu nyerahin bukti itu. Emang sih ada tulisannya, tapi gak pernah diminta juga sama dia. Yang penting (kalau mau s2) ada ijazah sma, sttb sma, ijazah kuliah, dan transkrip kuliah.. 😀

      • itu sama ga sih kayak ujian masuk universitas swasta di Indo? trus kalo gw isi online application trus ditanya nya Did you pass an additional university entrance exam?
        jawab nya gimana? hehehe makasi mas wahid, sorry kalo banyak tanya

        • wahidyankf

          Yup.. sama aja, asal ujian masuk ke universitas.. 😀

          Bilang aja no, kecuali kalo kamu ngelakuin tes di tempat lain dan masuk.. 😀

          Sippo.. santai.. 😀

  • mas saya dania,,
    saya jurusan psikologi, saya mw tnya jurusan psikologi yang bagus universitasnya apa ya ?
    and saya dapat info juga katanya kuliah di jerman gak boleh pkek jilbab betul gak tu mas ?

    • wahidyankf

      hai dania..

      kalau untuk uni yang bagus apa, coba kamu cari di web daad, di sana ada tools untuk mencari universitas dan jurusan yang kita cari. Dari sana bisa kamu buka satu-satu web dari univnya, dan bisa kamu simpulin sendiri mana yang bagus. Emang repot sih, tapi emang begitu caranya. 😀

      Untuk masalah kerudung, nggak kok. Di sini banyak teman saya yang pake kerudung. Dan orang jerman sendiri pun cenderung tidak peduli dengan apa agama kita. So, tenang aja kalau untuk masalah kerudung. 😀

  • azzam

    Assalamu’alikum,salam kenal mas wahid
    mas mau minta masukn nih,sya mau melanjutkan S2 international business adm,tp setelah ikut TOEFL,skor sya tidk mencukupi,apakah ada kemungkunan untuk bisa di terima di uni atau fh?sy udah cb apply ke fh osnabrueck senin kemarin tp belum ada balasan,mungkin g klo saya ambil GMAT dan Perbaikan TOEFL ketika di jerman?apakah klo sy berikir seperti ini “yg penting ke jerman dlu”itu kebilang nekat? kemudian sya lihat di comment atas bahwa fh=politeknik tp klo s2 tetap master kan gelarnya?cm g bisa lanjut s3 sj benar g?saya harapkan masukannya mas….

    • wahidyankf

      waalaikum salam azzam.. Salam kenal juga yah.. 🙂

      Hm..

      1. Kalau menurut saya, kalau kamu mau ngambil kelas inggris, ada baiknya kamu selesaikan dulu TOEFL dan GMAT kamu sebelum kamu berangkat ke jerman. Kenapa? karena kemampuan bahasa inggris kamu jelas akan memburuk di sini.

      2. Gak salah kalau kamu berpikir nekat seperti itu, karena saya juga melakukan hal yang sama. Tapi tetep, ada baiknya kamu menyelesaikan TOEFL dan GMAT kamu sebelum kamu berangkat ke sini. 🙂

      3. Yup, agak beda sih sebenernya, tapi kurang lebih seperti itu. Lulusan s2 FH tetap master. Tapi kalau mau lanjut s3, kamu harus mengikuti terlebih dahulu penyetaraan, dan harus mencari professor dari universitas yang mau untuk mensponsori kamu. 🙂

  • mau nanya nih ka,, ada beasiswa ke jerman,, saya mahasiswa jurusan,bhs,ing .. cocoknya ngelanjutin kemana ya? 🙂
    makasih

    • wahidyankf

      Halo alabio..

      Coba kamu buka homepage dari blog ini yah.. 🙂 untuk sebaiknya jurusan apa, itu tergantung kamu donk maunya apa. Kalau belum tau kamu mau ngambil apa, saran saya kamu eksplor dulu apa yang kamu mau. Karena kita harus spesifik kalau ingin lanjut s2 di sini.. 🙂

  • Thnx bro, nice inpoh Berarti nggak usah ke sana ya, terus taunya diterima gmn? Boleh minta diposting jg syarat buat dapet visa ke sananya sama biaya hidup sebulan?

    • wahidyankf

      Halo izdiya.. Silakan kamu baca lagi blog ini dengan lebih teliti yah.. 🙂

  • halo halo….

    mau tanya dong, sebenernya disana tuh ada spesific yang untuk lulusan Information technology ga? terakhir gw apply ke bauhaus weimar, untuk computer science and media , dibilang nya ‘you dont meet academic requirement’ hehehe… thank ya kalo ada yang bisa bantu gw mengenai ini

    • wahidyankf

      Halo adriangood..

      Ada kok harusnya.. Tapi saya gak tau di mana.. Kamu bisa mulai dari mengecek uni-uni TU 9, atau dari fasilitas pencarian yang ada di web DAAD.. 🙂

      Btw sekedar berbagai info (sebagai sesama orang yang pernah ditolak di berbagi univ di jerman), kalau menurut saya kalau alasan ditolaknya itu “you dont meet academic requirement”, ada beberapa kemungkinan berdasarkan pengalaman saya dan orang-orang:

      1. S1 kamu beda jurusan dengan jurusan S2 yang mau kamu masukin. Terdengar remeh, tapi ini termasuk syarat paling penting untuk masuk s2 di Jerman.

      2. IP kamu kurang tinggi. Pastikan IP kamu minimal 2.75 biar kamu punya kesempatan bersaing untuk dapet tempat di sini.

      3. Syarat kamu kurang (bahasa atau apa pun itu).

      4. Univ kamu waktu S1 waktu di Indo gak termasuk univ yang diakui di Jerman. Kamu bisa bongkar-bongkar ANABIN untuk tahu tentang hal ini.

      5. Jurusan kamu NC (tempatnya terbatas), dan kamu kalah saing sama pendaftar lainnya.

      Eniho.. Good luck.. Jangan patah semangat kalau ditolak.. To make you feel better, I was rejected more than 5 times.. 😀

  • Ribkha

    hallo mas wahid..saya ribkha saya skrg masih kuliah di salah satu univ,d manado,,saya ambil jur sastra jerman murni..
    ada rencana saya pngen lanjut S2 di jerman Jur psikologi.apa bisa??karena saya S1 nya bkn S.psi.saya sudah punya sertifikat B1..
    tapi,,bahasa inggris saya masih pasif.
    sebenarnya bisa,tapi saya masih rada takut ngomong langsung pke bhs inggris,klu tulisan bisa..
    gmna tuh mas wahid??

    • wahidyankf

      Halo Ribkha..

      Tentang masalah bisa atau nggak, kemungkinan besar sih nggak yah, karena itu lintas jurusan banget. Tapi untuk pastinya, coba kamu kontak tempat kamu pengen daftar, bisa atau nggak. Karena tiap-tiap uni beda aturan mainnya. 🙂

      Kalau masalah kemampuan bahasa, mau gak mau kamu sesuaiin dong sama program studi yang mau kamu masukin, mereka syaratnya apa.. 🙂

  • belinda

    hallo mas wahid,
    saya mahasiswa semester akhir di UGM jur teknik geologi, saya berencana melanjutkan studi ke aachen september 2014 mengambil jurusan management resources dan mengambil kelas international yang ingin saya tanyakan adlh lebih di utamakan IELTS atau TOEFL y mas? karena yang saya persiapkan sekarang cuma toefl saja.
    terimakasih mas sebelumnya

    • wahidyankf

      Halo Belinda..

      Sama saja kok.. Kamu bebas memilih antara mau ngambil TOEFL IBT atau IELTS.. Tapi inget loh yah, TOEFLnya yang IBT, bukan PBT atau ITP.. 🙂

  • Belinda

    Terimakasih infonya mas 😀
    sangat membantu sekali blognya

    • wahidyankf

      sama-sama belinda.. semoga bermanfaat.. 🙂

  • anon

    Hallo kak saya mau minta saran kalo mau kuliah kedokteran, yang mana yg sebaiknya saya lakukan (hehe):
    A. S1 kedokteran di indo kemudian S2/spesialis nya di jerman.

    B. S1 kedokteran di jerman lalu S2/spesialisnya juga di jerman.

    Mana yg paling baik A atau B?

    Lalu apa perbedaan dari A dan B?

    Mohon bantuannya 😀

    • wahidyankf

      Halo Anon..

      Saya coba jawab yah, tapi sebelumnya harap perhatikan poin-poin berikut ini:

      1. Saya bukan berpendidikan sebagai dokter, jadi pandangan saya tentang kedokteran cenderung buram.
      2. Karena poin 1, jadi adalah wajib bagi kamu untuk mengecek kebenarannya, dan gak langsung percaya dengan apa yang saya omongin. 🙂

      Tapi, kalau dari info yang saya tau:

      Pilih A kalau:

      – budget kamu relatif terbatas, karena katanya kuliah kedokteran relatif padat, jadi agak susah buat kerja sambilan (walaupun bisa).
      – setelah kamu lulus dari jerman, kamu mau bisa langsung praktek di indo.

      Pilih kalau:

      – kamu punya uang banyak, karena katanya kuliah kedokteran relatif padat, jadi agak susah buat kerja sambilan (walaupun bisa).
      – kamu mau ujian penyetaraan kedokteran dulu kalau kamu praktek di Indo.

      Cuman coba kamu check lagi jawaban saya ini ke orang-orang yang lebih kompeten dari saya. Karena yang saya katakan di atas ini hanya “katanya-katanya”.. 😀

      Wish you all the best.. 🙂

  • Nadya

    Permisi semua…
    Mau nanya, jadi proses jika kita ingin mengajukan beasiswa adalah kita harus sudah keterima oleh univ di Jerman ya?

    • wahidyankf

      Halo Nadya..

      Sebenernya gak.. Tapi, akan sangat membantu kalau kita udah keterima di salah satu univ yang ada di Jerman.. 🙂

  • D

    Kalo misalnya sy kuliah S1 di Indonesia dulu,trus S2 di jerman (dgn asumsi sy ngambil beasiswa) bisa gak buat lanjutin S2 di jerman?Tp yg saya dngar kalo kita S1 di Univ yg tdak terakreditasi gk bkal bsa lanjut S2 di jerman ya?

    • wahidyankf

      Bisa kok.. Ini saya gitu.. S1nya di Indo, baru ke Jerman.. 🙂 Yup, pastikan kamu check anabin untuk melihat univ kamu terakreditasi atau nggak.. 🙂

  • D

    Ok kak.Thanks infonya.Tpi sy masih gk ngerti cara pake anabin,gak nemu menu search nya.Sy pake google translate,karna anabin make bhasa jerman (Sy blm bisa bhasa jerman,bru mau blajar)hehe..Maaf kalo nanya mulu.thanks

    • wahidyankf

      kalo pake google chrome, dan terjemah ke inggris kurang lebih bakal kayak gini: institution -> search, ntar tinggal kamu masukin deh kriterianya.. 🙂

  • D

    Wah..Banyak kotak kosong nih kak,Ada satu kotak bertuliskan “Alle Lander”,di bawahnya ada 4 kotak kosong,tpi sy gk tau mau diisi apa.Udah sy coba nama Univ yg nanti bakal saya masukin tapi gk ada perubahan setelah klik start search..Aduuh..jd gak enak nih,nanya mulu.hehe

    • wahidyankf

      coba ganti negara: Indonesia, trus masukin nama kotanya. Baru di sana coba refine satu-satu (gak usah pake nama institusinya).

      nb: Coba pake google chrome biar lebih gampang. kok saya langsung ketemu yah? padahal saya pake translator inggris juga.. Kayaknya kamu terlalu gampang nyerah deh? 😀

      • D

        Gak ada pilihan utk ganti negara kak,sy udah klik smua kotak kosong tpi gk ada pilihan ganti negara atau untuk mengetik nama negara.Mungkin masalah browser yah?Sy pake hp dgn opera mini android,soalnya lagi gk dket kmputer.hehe.Ntar sy coba lagi,mkasih 🙂 Maaf ngerepotin.hehe

  • D

    Wah..Univ yg bkal sy masukin gak ada.hehe..Jdi musti cari univ yang lain ya?Mau nanya nih(lagi).hehe..Kalo S1 di univ yg tdak terakreditasi,tapi dapat beasiswa gmana tuh?Ttp aja gk bsa lanjut ke jerman meskipun beasiswa ?

    • wahidyankf

      sayang sekali.. huhu.. 🙁 Hm.. Dulu pernah ada kejadian seperti yang kamu maksud. Ada seseorang yang nanya di Jermandes, dia udah dapet beasiswa Dikti, tapi gak bisa diterima di satu kampus pun di Jerman, karena tidak terakreditasi itu tadi (udah daftar lebih dari 5 kampus, tapi ditolak dengan alasan yang sama).. Akhirnya beasiswanya gak bisa kepake juga.. 🙁

      • D

        Wah..Kasian.Udh beasiswa tp gagal krn gk terakreditasi,bisa gak kerja di jerman atau ngara lain tapi lulusan dri Indonesia,jujur sy minat banget krja diluar negeri,nanti kukiah sy mau ambil jurusan Sastra Asing/Bhs ingris,prospek kerja di jerman gmana tuh?Bisa krja apa aja disana?Ato harus lulusan jerman?

        • wahidyankf

          Iyah, kasian banget.. 🙁

          Hm.. bisa gak yah.. Mungkin bisa sih, tapi mungkin juga nggak.. Karena dunia kerja itu luas.. Tapi sepertinya sih kalau emang isi CV kamu dinilai sama mereka bagus banget, dan emang kamu bisa berbahasa jerman dengan lancar, kemungkinan selalu ada.. 🙂

          Sebenernya kalau mau jujur, saya masih menganggap aneh kalau ambil sastra inggris tapi mau ke Jerman.. Mungkin kalau kamu ambilnya sastra jerman baru nyambung.. 🙂

  • D

    Emg aneh sih.hehe..Mkasi kak atas bntuannya slma ini 🙂 Smg brhasil dsana kak.bye

    • wahidyankf

      Santai.. 🙂

      Aamiin.. Doa yang sama yah buat kamu.. 🙂

  • rekha

    Saya inshaAllah rencana Au-pair awal tahun depan dan sembari cari S2. Dan cari kampus, lalu daftar ketika saya disana. Jadi, sebelum saya berangkat au-pair ini saya harus udah lengkapin semua syarat2 dokumen tsb kan?
    nah, kalau ada yg lolos lalu saya harus pulang dulu dan ajuin visa student. begitu kah?

    oiya, syarat kuliah S2 itu min B1 kan? tapi saat ini saya masih ngejalanin A2, mungkinkah buat lanjut B1 disana? duh mudah2an hostparent saya mau cover sprachkurs nya hehehe..

    Danke, ich wünchen besser für dich 🙂

    • wahidyankf

      1. Yup kalo bisa udah lengkap semua, biar gampang ngurusnya.

      2. Yup, harus pulang dulu.

      3. Ini bergantung banegt sama univ, dan jurusan yang kamu pilih, ini bisa diliat di website masing-masing uni.

      Aamiin.. Wish you all the best too.. 🙂

  • Mas Mau tanya donk, kalo Univ of Applied science yang ada program master terapan animal husbandry di Jerman apa aja ya mas..? makasih.. =)

    • wahidyankf

      Halo Theincredibleways..

      Silakan kamu eksplor ini di web DAAD.. Ada fitur searchnya di sana.. 🙂

  • fatimahrahmi

    halo mas wahid,saya berencana mengambil s2 jurusan psikologi di jerman, kira-kira univ mana yang bagus? karena saya belum mengetahui banyak tentang jerman. dan saya berencana mengikuti kelas yang berbahasa inggris, apa harus bisa berbahas jerman juga?

    • wahidyankf

      Halo Fatimahrahmi..

      Coba kamu check di CHE Ranking.. 😀 Tergantung program yang mau kamu ambil, tiap program punya persyaratannya sendiri.. 😀

      • fatimahrahmi

        oh gitu, makasih ya mas sarannya 🙂 kalau yang beasiswa gitu saya liat cuma yang bahasa pengantarnya jerman aja, apa ada yg bahasa pengantarnya bahasa inggris tapi beasiswa?

        • wahidyankf

          Ada aja, coba kamu buka-buka situs pemberi beasiswanya.

  • Gesta Yuria

    Hallo, mas Wahid, mau nanya nih. Kemungkinan buat dapet scholarship S2 yang jurusannya berbeda dari S1 itu kecil banget gak sih di Jerman? Tapi bisa-bisa aja kan, mas? 😐

    • wahidyankf

      Halo Gesta.. Mungkin dapet Scholarshipnya bisa.. Tapi masalahnya apakah kamu bisa diterima di Uni/FH nya? Karena setau saya sulit kalau kamu dari program yang berbeda.. 🙂

  • petro

    Hallo mas Wahid yang semakin wahid..hehehe..
    Mas saya mau tanya agak banyak..hahaha,
    1. Ijasah dan transkrip (S1 dan SMA) perlu dilegalisir di kedutaan Jerman juga kan? Yang dilegalisir fotokopiannya atau yang asli? Soalnya saya pernah legalisir akte kelahiran, yang asli yg dilegalisir bukan fotokopian-nya.
    2. Apakah terjemahannya harus dalam bahasa jerman? Bisakah bahasa inggris saja. Saya sudah punya terjemahan dalam bahasa inggris. Dulu memang setelah lulus sekalian fotokopi+legalisir dan translate plus fotokopi hasil translate dan ada legalisiran-nya juga. Legalisir dari kampus maksudnya.
    3. Masalah legalisir ini rada2 bingung nih mas.. Huhuhu…Habis baca komen2nya..hahaha.. Apakah begini prosesnya:
    Ijasah saya (bahasa indonesia) —> fotokopi —> legalisir di kampus —> translate —> legalisir kedutaan (menyambung pertanyaan nomor 1..)
    atau
    Ijasah —> translate —->legalisir (di kampus) —-> legalisir kedutaan
    4. Saya mau ambil Food Science di HAW Hamburg (Hamburg University Applied Science), mungkin mas Wahid ada temen yg disana. Saya sudah ngepost di PPI Hamburg.. Tapi ga ada yang komen.. Hahahaha.. Kasian yak.. Mungkin pas yg kebetulan ambil food science lagi ga online.. Jadi, sapa tau mas Wahid punya temen disana.. Hehehhe..

    Makasih yaaaa Maap kalau pertanyaannya mengulang dari yang sudah2… 😀

    • wahidyankf

      Halo Petro..

      1. Sudah sering saya tulis kok di sini. Silakan di search yah.

      2. Bisa kok.

      3. yup yang opsi pertama, tapi tanpa legalisir di kedutaan.

      4. Kebetulan saya gak ada temen di sana.. 🙁

  • mas wahid mau tanya apakah di universitas jerman menyediakan beasiswa untuk program lintas jalur/ekstensi karena saya akan lulus d3 jrusan Infrmation technology tahun ini. sekian 🙂 terima kasih atas perhatiannya

    • wahidyankf

      Halo Septiani.

      Saya kurang mengerti yang kamu maksud. Karena berdasarkan pengalaman saya dan teman-teman yang ada di sini, D3 tidak diakui oleh pemerintah Jerman. 🙁

  • anthy

    Slmt sore(wkt jkt) mas 🙂
    Salm kenal,sy anti mhs S1 teknik informatika yg sedang skripsi…sy ingin menanyakan,apkah bisa lanjut S2 di jerman electrical engineering?tes lanjut S2 nya pa aja mas?untuk computer science dan electrical engineering prosedur nya pa aja?trims

    • wahidyankf

      Halo Anthy,

      Itu semua tergantung banget sama univ yang kamu pilih (berdasarkan pengalaman saya beda2). Jadi ada baiknya kamu lihat di website masing-masing.. 🙂

  • Fitri Khairani Ginting

    Halo mas, aku cici di medan. aku sekarang mahasiswa S1 di perguruan tinggi negeri di medan. Aku berencana buat ngelanjutin S2 bidang psikologi industri organisasi di jerman. Kira-kira syarat yang dibutuhkan apa-apa aja ya mas? universitas apa yang ada program tersebut? dan mohon kalau bisa dibantu juga mengenai info beasiswa ya mas. Terima kasih

    • wahidyankf

      Silakan baca blog ini dari awal.. 🙂

  • wishnu

    halo mas wahid.. saya sudah lulus dari S1 sudah lama sekali 6 tahunan lah.. nah di poin nmr 2 haruskah ada rekomendasi dari doesn pembimbing? mohon pencerahan?

    • wahidyankf

      Akan lebih baik kalau ada.. Karena itu merupakan prosedur standar untuk daftar S2 (walaupun sering tidak tertulis).. 🙂

  • leonfernandz

    halo mas.. saya ada niat untuk melanjutkan s2 di jerman di tahun 2014. yang saya ingin tanyakan, apakah semua kampus memiliki prosedur yang sama dalam pengiriman dokumen. apakah kita dapat langsung mengirimkan dokumen ke kampus yang kita tuju atau harus menghubungi kampus tersebut untuk memberi konfirmasi bahwa kita ingin mendaftar dan mengirim semua dokumen? trima kasih

    • wahidyankf

      berbeda2, dan spesifik di tiap kampus.

      • mas wahid nanya lagi dong.. buat sertifikat toefl itu kalo pake sertifikat toefl dari lembaga kaya EF, TBI, atau Wall street gitu bisa gak? apa musti yg dari ETS itu ya? kalo dari kampus jermannya sendiri sih gak ngasih spesifik sertifikat darimana. kalo bole tau dulu masnya tes toefl dimana mas? makasih

        • wahidyankf

          Cek di bagian kemampuan bahasa Inggris. Dulu saya IELTS, di IDP Pondok Indah.

  • teguhpw

    mas mau nanya nih setelah saya baca-baca mengenai 6-alasan-mengapa-tidak-diterima-di-program-s2 master di jerman ,mengenai jurusan yang berbedam background saya pendidikan mechanical engineering, apa memungkinkan akan ditolak? saya pengennya masuk ke RWTH Aachen?
    mas kalau les bhs jerman di indonesianya minimal kita harus punya sertifikat apa?
    apa benar harus ada penyetaraan S1 dlu untuk kuliah disana?

    terimakasih, dtunggu responnya mas

    • wahidyankf

      RWTH Aachen juga banyak jurusannya. 🙂

      Les bahasa jerman tergantung kampus tujuan.

      Gak harus penyetaraan, asal jurusannya kompatibel dan univ S1 kamu diakui. 🙂

  • mike

    mas mau nanya kalo saya mau register untuk s2 di jerman dengan deadline april 2014. minimal saya sudah harus translate dokumen2 yg diperlukannya kapan ya? sebelumnya saya berpikir untuk menunggu hasil testdaf yg akan saya ambil lebih dulu. testdafnya akan diadakan tgl 12 feb 2014. menurut pengalaman mas, masi keburu ga ya dengan tenggang waktu seperti itu? kira2 biasanya berapa lama translation butuh waktu? trims

    • wahidyankf

      Halo Mike. Kalau saran saya sih secepatnya. Karena bisa jadi antrian buat translatornya penuh (bisa sebulan lebih kalo sial). 😀

  • mike

    wow sebulan yah.. cukup lama juga. dulu saya kira bisa dengan jasa kilat yg 1 hari itu bs selesai mas hehe

  • Kalo ingin jadi dosen ilmu komunikasi, pilihan jurusan buat S2 S3 nya apa ya ? Saya masih SMA jurusan IPS, insyallah lulus tahun 2014. Mohon Bantuannya

    • wahidyankf

      Ilmu Komunikasi dong. 😀

  • Alexander

    Mas, ini saya kan rencana S2 di jerman, nah kebetulan saya lulusan S1 Management program international (taught in English),

    1. Nah beberapa univ seperti worms sama dortmund tu membebaskan yg program international dari toefl n ielts. Kira2 mas tau univ laen yang membebaskan hal serupa gak?

    2.Terus kalo S2 umumnya 2 tahun, nah yang saya bingung itu menurut situs study in de dan yang lain2 bilang untuk financial proof kan kira2 setahun 8040 Euro, nah itu kalo saya 2 tahun berarti harus menyediakan 16,080 euro atau ttp 8,040 euro?

    Makasih mas atas infonya.

    • wahidyankf

      1. Tidak.

      2. 8040 untuk 1 tahun pertama.

  • Fani

    terima kasih info2nya.
    maaf klw saya ada yang kelewat membaca informasinya sehingga ditanyakan lagi.
    1. apakah ada informasi tentang pendaftaran s3 dijerman?
    2. apakah setiap universitas yang memiliki program master selalu memiliki program doktor juga?
    3. jika saya ingin menekan biaya hidup dengan mencari beasiswa, apakah beasiswa yang tersedia umumnya, available untuk belajar bahasa jerman sekaligus biaya selama menjalani perkuliahan?

    trimakasih atas penjelasannya, mas.

    • wahidyankf

      Halo Fani.

      1. Di sini belum ada sayangnya.

      2. Tidak selalu.

      3. Ada beberapa beasiswa yang memberikan juga sepertinya. Mungkin bisa dilihat di masing-masing beasiswa (karena ini spesifik banget).

      😀

  • irmin

    Hallo mas Wahid
    Salam kenal yaaa
    Aku mau tanya ni.. diwajibkan gak hrs bisa bhs ingris dan hrs melampirkan tes Toefl itu. Berhubung bhs inggrisku gak bgs krn aku hanya fokus dg bhs jerman.
    Trs klo untk tes masuk S2 tu matapelajaran apa sj yg akan diuji. Rencanaku mau melanjut studi sastra. Trs bisa gak kuliah sambil kerja. Krn prn dengar teman katax klo kuliah dsn gak boleh smbil kerja. Semg dalm tahun ini sy bisa dsn mau lanjut kursus bhs jermanx dulu. Mks yaaaa

    • wahidyankf

      Halo Irmin,

      1 & 2. Tergantung program studi yang mau kamu masukin.

      3. Bisa kalau kamu kuat.

      Good luck. 😀

  • andez

    Halo mas wahid

    mau nanya, mengenai IPK

    apabila IPK S1 nyaris 3. misalnya 2.96 dalam skala US. apabila diconvert ke German sekitar berapa ya mas?

    kalau misalnya kurang2 dikit, chancenya menurut pengalaman mas wahid gmn ya?

    auto reject atau dicobain aja diapply?

    trims ya mas 🙂

    • wahidyankf

      Halo Andez,

      1. Saya kurang tahu.

      2. Sikat aja, selama di atas 2.75 harusnya masih ada kesempatan. Lagian kalau gak dicoba gak akan tau. 😀

  • yenikesumaningtyas

    Halo mas wahid. Saya mau tanya. Saya sedang kuliah s1 ekonomi syariah. Saya ingin lanjut s2 ketika lulus nanti di jerman. Adakah universitas dan program study apa yg sekiranya mau menerima mahasiswa lulusan ekonomi syariah? Apakah program ekonomi finance dll bisa menerima s1 ekonomi syariah seperti saya?? Terimakasih mas sebelumya

  • annisanovtariany

    mas wahid kalo jurusan s1 saya sistem informasi, terus saya pengen s2 di jerman jurusan psikologi, apa bisa? terimakasih mas

  • nuzlan

    Mas, saya sebenarnya baru mau kuliah s1, tapi punya cita-cita kuliah di jerman, kira-kira mas punya tips bagi saya yang notabene kemampuan ekonomi saya kurang mampu..?

  • Shafwan

    Mas wahid, saya ingin brrtanya, apakah untuk pengambilan s2 ke jerman ini prlu juga dftar ke deutsche bank untuk buka tabungan dan studienkolleg untuk sekolah bahasa sperti yg ada pada artikel ” Langkah – Langkah Melanjutkan Studi di Jerman Tanpa Agen (Studienkolleg)”? Trimakasih sblmnya

    • nindito

      klo S2 gak perlu studkol lagi ko mas, tp tetep buka deutsch Bank dari sini buat jaminan uang disana selama satu tahun sekitar 8000 Euro selama satu tahun atau sekitar 130jt , untuk S2 ngurusnya lebih gampang ko di banding S1 jadi saran saya sih urus sendiri aja

  • Adi

    Hallo Mas Wahid,
    Mau tanya kira-kira lebih susah DSH atau DAF untuk testnya? Div 🙂

  • syauqil ilmi

    Saya mau tanya nih kak. Saya mahasiswa D4 teknik . kalo mau lanjut s2 bisa ga? Atau ngelanjuti s1 dulu atau mengulang ke s1? Kalo s2 bisa di univ apa ya di jermannya?

  • Teti Susanti

    Mas wahid,mau nanya dong
    saya baca persyaratan mendaftar S2 Chemical Eng Technical University of Munich tu tertulis menyertakan ini :

    Bachelor’s certificate
    Bachelor’s diploma
    Proof of health insurance

    Apakah ini artinya peserta harus punya ijazah D3 juga ?
    Mohon info nya mas. Trims

  • Muhammad Yogie L.

    Assalamualaikum mas Wahid, saya ada beberapa pertanyaan terkait rencana saya untuk lanjut program Master (S2) di Jerman:
    1. Apakah ada persyaratan minimal IPK untuk daftar di Jerman? Karena IPK saya masih di bawah 3.00.
    2. Universitas negeri (Public University) di Jerman apa aja ya mas? Khususnya di bidang Mechanical Engineering atau Materials and Mechanical Engineering.

    Thanks in advance mas… Semoga sukses….