News Ticker

Mitos dan Fakta Jerman Timur dan Jerman Barat

Hallo semua, sudah lama saya tidak aktif di blog ini setelah sekian lama break untuk menulis. Pada kesempatan ini saya mau berbagi pengalaman tinggal di dua belahan negara bagian yang berbeda. Tepatnya tahun Oktober 2011 lalu saya mendarat di Jerman untuk pertama kalinya. Saat itu saya tinggal di salah satu kota di Thüringen yaitu Jena.

Uniknya ketika sebelum berangkat, teman-teman satu kelas Goethe saya semua saling bercerita kenapa memilih kota di Jerman sebagai tujuan. Dari 12 orang yang akan berangkat semua memilih kota di Jerman barat untuk tujuan pertama. Tapi saya waktu itu sangat Anti-Mainstream karena memilih Jerman timur untuk negara bagian. Dari percakapan itu semua mengatakan kenapa memilih eks Jerman barat, bla..bla..bla. Tapi sebagian dari mereka ada yang bilang kalau Jerman Timur ini, begitu, dll…. Hampir sebagian besar mereka memilih kota bekas Jerman barat untuk kota tujuan studi atau sekedar pemanasan sprachkurs.

Akhirnya dari sana saya menemukan banyak sekali stereotype kebanyakan orang antara Jerman barat dan timur. Tidak salah kalau kita mengatakan suatu tempat begini bahkan begitu tanpa pernah kesana hanya sekedar dengar dari teman kiri dan kanan. Sama saja berkata bahwa bakso deket lampu merah enak tapi belum pernah makan disana.

Sebagai gambaran, saya pernah tinggal di Jena negara bagian Thüringen dengan penduduk sekitar 105.000 dan sekarang di Aachen dengan penduduk sekitar 260.000. Di masing-masing kota terdapat Uni dan FH. Berikut saya jabarkan fakta dan mitos antara bekas Jerman barat dan Jerman timur menurut kacamata saya yang diantaranya menjadi bahan pertimbangan banyak calon mahasiswa ke Jerman..

1. Jerman timur susah cari kerja dan Jerman barat gampang cari kerja

Tentu ini sangat relatif tergantung dengan besar kotanya dan negara bagiannya. Di kota saya dulu di Jena. Kerjaan ada akan tetapi bukan sampai berlimpah seperti dibandingkan dengan kota Aachen. Akan tetapi saya dulu punya kerjaan weekend kerja di peternakan Kuda. Untuk sebagian Jerman timur minimum per jam kita dapat €5 sampai €7. Wajar kalau lebih kecil dari Aachen yang berkisar antara €6-€8 per jamnya. Sulit atau tidaknya adalah tergantung kemampuan bahasa kamu. Kalau bahasa kamu sangat terbatas tentu saja pasti cari kerja di Jerman barat pun tidaklah mudah bukan?

Tips:

Pastikan bahasa Jerman kamu sudah cukup untuk memahami kosakata bidang Gastronomie (jika ingin kerja di Gastronomie). Lihat lagi di wikipedia untuk kota tujuan kamu, apakah ada industri atau perusahaan besar di kota itu. Jena termasuk kota kecil yang banyak perusahaan besar semacam Carl-Zeiss, Jenoptik, Otto-Schott dan masih banyak lagi. Kalau kota tujuan kamu tidak ada industri sebaiknya  cek lagi barang kali kota itu kota tujuan wisata. Bisnis dan Gastronomie adalah bentuk life style di Jerman. Makanya kota industri atau bisnis akan banyak cafe dan restaurant, di sini adalah pemberi lapangan kerja terbesar.

2. Jerman timur timur rasis dan Jerman barat toleran.

Rasisme di Jerman tetap menjadi sorotan apalagi sejak tertangkapnya gerombolan Neo-Nazi di Jena tempat saya tinggal dulu tidak mempengaruhi kehidupan warga Internasional di sana. Pemerintah Jerman melindungi warga negara asli dan pendatang tanpa padang bulu. Bahkan setelah penangkapan, warga Jena mengadakan konser melawan extremisme. Teman saya dari Frankfurt pernah datang berkunjung ke Jena, namun apa kata dia. “Warga di negara bagian Thüringen yang Jerman timur rasis”. Saya terkaget-kaget, dan bertanya kembali, “kamu diapain mereka?”. Dia menjawab “ga diapa2kan cuma diliatin terus”.. na hallo… definisi rasis itu bukan seperti itu. Kalau mereka rasis pasti mereka mengatakan hal negatif, menyebut hewan tertentu itu baru rasis. Logikanya sama seperti kita dulu ketika belum tiba di Jerman, mungkin kita atau orang di sekitar kita melihat ke arah orang bule yang berambut pirang bermata biru secara curi-curi pandang atau melihat seksama mungkin karena kita atau mereka belum pernah melihat secara langsung. Yah itulah yang mereka pikirkan ketika melihat kita. Jarang sekali dalam hidup mereka melihat orang seperti kita.

Saya pernah melihat dengan mata kepala sendiri pengalaman rasisme berupa penghinaan justru malah di Aachen. Ketika itu saya melakukan perjalanan dengan bis menuju ke rumah. Bis bernomor 1 itu bis gandeng yang sesak dengan Ausländer di bagian belakang. Ada seorang ibu-ibu dan wanita muda sekitar 30 Tahun dan laki-laki muda di usia yang sama mulai memaki warga etnis China di bis, lalu mereka mulai mengatakan bahwa Jerman bukan lagi seperti Jerman dulu kala. Lihat bis ini kata wanita tua itu, semua penuh dengan Ausländer. Satu wanita etnis Rusia mulai tergerak dengan melihat sinis orang-orang rasis ini. Lalu wanita muda yang lain mengatakan “coba lihat sekarang pelac*r dari rusia pun datang ke Jerman” sambil melirik ke wanita Rusia itu. “hei kamu pelac*r di depan, kenapa kau? Tidak suka dengan kami” kata wanita tua yang rasis itu. Ckckckckc,, ironis, justru pertama kali saya temukan itu di Jerman barat yang kata orang modern, tetapi selalu ada saja seperti ini. Masih kurang percaya? Lihat contoh cuplikan video ini.

Tips:

Hindari berjalan di kota kecil atau desa yang tidak ada Universitas atau kota tujuan wisata di malam hari sendiri. Jika melihat orang berkepala botak dengan pakaian serba hitam bergerombol, segera ambil langkah seribu atau mendekat ke keramaian atau tempat dengan kamera pengintai. Duduklah di dekat tempat supir ketik naik bis atau Straßenbahn. Banyak berdoa, karena dengan perlindungan dari-Nya kita bisa selamat di mana pun. Setuju?

3. Jerman timur lebih murah dan Jerman barat lebih mahal

Yup, ini adalah fakta, semua kota besar di Jerman timur untuk biaya hidup bisa dibilang sama dengan kota yang berpenduduk 300.000 di Jerman barat. Sebagai gambaran, sewa rumah di Jena  Studentenwohnheim dari Studentenwerk untuk WG ber 2-3 dengan besar kamar 20qm sekitar €180 plus internet dengan lokasi diluar ring 1 kota. Di Aachen WG ber 2-3 dengan besar kamar 18qm harga sekitar €190 plus internet. Kalau di Aachen dengan budget €290 kamu bisa dapat Appartement dengan luas 18qm. Di jena dengan cukup dengan budget segitu kamu bisa dapat WG atau Appartemen yang fasilitas dan lokasi lebih baik dari Aachen.

Tips:

Berhubung biaya hidup terbesar hidup di Jerman adalah sewa rumah, kamu bisa survey kecil-kecilan di sini. Semakin mahal semakin besar pula bayaran untuk berkerja di kota itu.

4. Jerman timur suram dan Jerman barat moderen

yup, bisa dibilang demikian. Kebanyakan di Jerman timur banyak bangunan tak berpenghuni yang ditinggalkan begitu saja sehingga terkesan suram dan kumuh. Bertolak belakang dengan Jerman barat yang ekonominya terus bertumbuh. Semakin besar terdapat industri penting di kota tersebut bisa dibilang semakin sedikit kemungkinan bangunan klasik yang tersisa karena dulunya kota itu akan dibombardir di masa perang seperti di Jena karena keberadaan Pabrik Carl-Zeiss yang memproduksi lensa untuk alat perang pasukan om kumis. Jadi di kota Jena hampir jarang ditemui bangunan kumuh tak berpenghuni ala kota bekas kota Jerman timur seperti kebanyakan yang kita ketahui.

Tips:

Gunakan wikipedia untuk melihat bagaimana sejarah kota tersebut.

5. Jerman timur warganya tertutup dan Jerman barat terbuka

Kalau ini relatif dan dari sisi mana melihatnya. Pengalaman saya, semua orang Jerman sama saja. Sama-sama kaku dan agak sulit berteman. Kita harus aktif untuk memulai berbicara dan berkenalan maka kita bisa mendapatkan perhatian mereka. Mereka memiliki kepribadian yang cenderung berorientasi pada tugas bukan berorientasi pada hubungan sosial seperti kebanyakan orang Indonesia. Pengalaman saya waktu kuliah S1 di Indonesia, setelah selesai kuliah kita selalu menghabiskan waktu bersama teman di kantin sekedar kongkow, tetapi di Jerman, mereka seperti sudah ada peraturan tak tertulis bahwa “selesaikan tugasmu baru kau boleh bercanda” kebalikannya kita orang Indonesia “tertawalah sebelum tertawa itu dilarang. Suka atau tidak, kalau kita tidak memiliki kontrol diri untuk menyelesaikan tugas sampai akhir atau fokus pada pelaksanaannya maka perlu waktu untuk hidup di negara yang penduduknya terkenal disiplin ini

Tips:

Biasanya kalau mereka yang dari kota kecil di Jerman timur biasanya agak terlihat kurang ramah sama orang asing. Tak kenal maka tak sayang, bisa jadi karena kita kurang begitu mengenal orang itu jadinya mereka seperti tidak ramah. Percaya atau tidak, ketika kita akrab dengan mereka, mereka lah “the true friends”. 

Kesimpulan

Inti dari thread ini adalah, jangan menilai suatu hal dari apa yang kita dengar selama ini. Memang karakter manusia, segala sesuatu itu dinilai dari fisik dan tampilan luar. Kalau kamu akan memilih kota di Jerman bagian timur, jangan ragu mencari info tentang kota itu, jangan terlalu diambil hati kalau ada teman yang mengatakan kota ini begini kota itu begitu, dll. Apalagi kalau orang itu belum pernah tinggal dan hidup di kota itu. Saya merasakan peningkatan kemampuan bahasa Jerman signifikan ketika tinggal di bekas Jerman Timur. Karena orang-orang di eks Jerman Timur lebih senang jika berbicara dengan bahasa ibu mereka yaitu bahasa Jerman.

Belajarlah untuk tidak menilai segala sesuatu hanya dari tampilan luar, buang jauh-jauh mentalitas seperti ini. Karena Jerman bukanlah Indonesia yang banyak jurang pemisah di kehidupan sosial kita…. Negara Jerman ini menawarkan keadilan sosial bagi seluruh warga yang tinggal disana. Janganlah membeda-bedakan Jerman barat dan Jerman timur lagi. Jerman barat dan Jerman timur itu sudah lama berlalu dan tinggal kenangan, negara ini sedang membangun negaranya dalam segala hal, bukan tidak mungkin, kota eks Jerman timur malah lebih baik perkembangannya dibandingkan kota di Jerman barat.

Bukan tugas kita menilai semua itu, tugas kita disini menuntut ilmu dan membangun negara kita kembali di kemudian hari… Setuju?

Last 5 posts by indrachen

0.00 avg. rating (0% score) - 0 votes
  • di achen ngapain mas? udah kelar kuliahnya? trus kerja di achen? mau dimana aja juga ada rasial kok, bahkan di indo sendiri,

    • yup rasisme bisa terjadi dimanapun, bahkan di negara kita sendiri yang katanya toleran dan berbeda-beda tapi tetap satu jua malah lebih rasis di beberapa situasi…IMHO… hehehe

  • evan

    hallo..
    saya mau tanya mas, kalo lulusan d3 di Indonesia ingin kuliah S1 di jerman (ngulang juga tidak apa2), apakah harus mengikuti studienkollege terlebih dahuluu ?
    terima kasih

    • wahidyankf

      Halo evan.. Sori balesnya lama, somehow komen kamu masuk spam.. X_x

      Sepertinya sih iya yah, tapi saya gak tahu juga. Coba kamu tanyakan ini ke univ yang mau kamu masukin.. 🙂

      Smangat.. 🙂

  • Pingback: Mitos dan Fakta Jerman Timur dan Jerman Barat | asriahakil()

    • thanks sudah baca artikelnya bersedia di share kembali…

  • Ifa

    halo mas bro, mau tanya kalau secara umum penerimaan warga Jerman, entah itu barat atau timur untuk wanita berhijab gimana?adakah rasis juga?

    • Halo Ifa.. Harusnya gak ada masalah kok.. Saya punya banyak teman berhijab di sini, Alhamdulillha mereka oke-oke aja dan gak ada masalah.