News Ticker

Dokumen Manjur Untuk Pendaftaran S2 di Universitas / FH Jerman

Pendahuluan

Halo, kali ini saya mau share pengalaman saya tentang dokumen aplikasi S2 yang kemungkinan besar bisa membuat kita diterima di program S2 yang ada di Jerman. Sebelum dimulai, saya ingin mengatakan bahwa dokumen manjur ini akan terdengar lebay, tapi seenggaknya dengan melakukan ini, kita gak akan menyesal walaupun ditolak, karena kita sudah melakukan apa yang kita bisa. πŸ™‚

Pada tulisan ini saya juga akan memberikan contoh dari masing-masing dokumen yang diperlukan. Contoh ini saya ambil dari pendaftaran saya ke Uni Paderborn, yang tentunya dengan mengubah detail dari identitas, dan alamat saya. πŸ™‚ Di samping itu, saya rasa tips-tips yang ada di sini juga bisa diadaptasi untuk pendaftaran program S1, dan beasiswa. πŸ™‚

Okeh, sebelumnya kita mulai dengan tips ini, pastikan terlebih dahulu kamu mengenali prosedur pendaftaran S2 di Jerman, dan alasan-alasan yang menyebabkan gagalnya pendaftaran di Jerman. Untuk kedua hal ini bisa kamu lihat di:

http://jermandes.kelasnusantara.com/2012/09/26/prosedur-pendaftaran-s2-di-universitas-jerman/Β , dan

http://jermandes.kelasnusantara.com/2013/06/26/6-alasan-mengapa-tidak-diterima-di-program-s2-master-jerman/

Udah dibaca? Sip! Kamu siap maju ke langkah selanjutnya. πŸ™‚

Tentang Sudut Pandang Pendaftaran yang Penting Untuk Program Master di Jerman

Sebelum kita melangkah terlalu jauh, mari kita samakan dulu persepsi tentang pendaftaran S2 di Jerman. Sejujurnya, kalau mau dibilang, gak ada dokumen yang manjur, dan bisa bikin kita pasti diterima di program S2 yang ada di Jerman. Kenapa? Karena sesuai teori statistik, dan probabilitas akan selalu ada kemungkinan untuk kita ditolak. Dan patut pula kita ingat bahwa 99 persen, atau bahkan 99,99 persen itu bukan seratus persen. Artinya, kita perlu tahu bahwa dalam 99 persen, selalu ada kemungkinan 1 kasus gagal, dari 100 percobaan. Begitu pula dengan 99,99 persen, selalu ada kemungkinan 1 kali gagal dalam 10.000 percobaan.

Kembali lagi ke pendaftaran S2, yang kita coba lakukan di sini bukan lah membuat sebuah rumus pasti, yang bisa membuat kita pasti masuk ke program S2 di Jerman. Yang kita coba lakukan di sini adalah memperbesar peluang kita untuk diterima ke program S2 yang ada di Jerman. Dan di sini saya akan coba menjelaskan dokumen-dokumen apa saja yang bisa kita gunakan untuk memperbesar kemungkinan kita diterima tersebut.

Oia, ada baiknya kita selalu mencamkan suatu hal pada saat kita mendaftar program S2 yang ada di Jerman, yaitu:

Tim penyeleksi dokumen kita hanya akan mengetahui, dan mengenal kita dari dokumen yang kita kirimkan!

Artinya apa?

Gak peduli seberapa okenya kita di dunia nyata, kalau dokumen aplikasi kita pas-pasan (atau malah jelek), tetep aja mereka akan anggap kita orang dengan kualifikasi pas-pasan (atau malah jelek). Dan ini adalah hal terakhir yang kita inginkan ketika kita mengikuti proses seleksi program master di Jerman.

Jadi.. Ada baiknya kita mengejar kesempurnaan di dalam membuat dokumen aplikasi kita. Capek dikit gak apa, yang penting kita udah melakukan semua hal yang kita bisa untuk memperbesar peluang kita masuk. Kalau dari sudut pandang ekonomi, kita memang akan mengeluarkan waktu, dan pastinya uang lebih banyak untuk membuat sebuah dokumen pendaftaran yang “sempurna”, tapi uang, dan waktu yang keluar ini gak akan ada apa-apanya jika dibandingkan dengan waktu kita yang terbuang untuk menunggu waktu (dan kesempatan) berikutnya. πŸ™‚

Udah sepaham di sini? Mari kita lanjut ke isi yang sebenarnya dari artikel ini.. Kalau masih belum/tidak sepaham? Silakan cukupkan bacaan kamu di sini, karena tidak akan ada gunanya kamu baca lebih dari sini, kalau gak kamu lakuin. πŸ™‚

1 – Document’s Cover

Seperti namanya, document’s cover ini akan menjadi cover dari dokumen aplikasi yang kita kirim. Apa aja yang akan kita tulis di dalam cover ini? Isinya itu tentang dokumen apa aja yang kita kirim bersama dokumen aplikasi kita. Jadi, di cover ini akan kita tulis satu per satu dokumen apa aja yang kita kirim untuk aplikasi kita ke program master yang kita daftar.

Mari kita sedikit bayangkan diri kita sebagai tim penyeleksi dokumen dari sebuah program master yang ada di Jerman. Sesuai namanya tiap harinya kita akan mendapatkan banyak sekali dokumen aplikasi untuk mengikuti program S2, bisa cuman 10, 50, atau bahkan ratusan pendaftar. Dan karena kita adalah manusia biasa, pasti bisa terjadi sedikit kesalahan terhadap dokumen aplikasi yang kita terima. Contoh, kita membuka sebuah dokumen aplikasi dari seorang mahasiswa kemudian pada saat kita mengeluarkan dokumen dari map surat, kita tidak sengaja menjatuhkan salah satu lembaran dokumen aplikasi dari pendaftar tanpa sadar, yang sialnya dokumen tersebut merupakan dokumen wajib dari sebuah pendaftaran (sertifikat IELTS misalnya). Dan karena kita tidak sadar, tentu saja kita akan menganggap bahwa aplikasi tersebut tidak lengkap, dan menulis bahwa pendaftar tersebut tidak memenuhi syarat karena (kurang dokumen IELTS).

Nah.. Dengan adanya document’s cover ini, kita akan memberitahukan kepada tim penyeleksi tentang dokumen apa aja yang kita kirim. Jadi, ketika ada dokumen kita yang kita list di dalam cover ini, tapi tidak ada di tangan penyeleksi, maka penyeleksi tersebut akan mengecek ulang, apakah mereka kelewat baca, atau mencari di sekitarnya, apakah ada dokumen kita yang jatuh. πŸ˜€ Oia, bentuk dari document’s cover ini akan kurang lebih seperti ini:

wahidyankf_Paderborn_documents_cover

Jangan lupa juga untuk mencocokkan urutan yang ada di cover tersebut, dengan urutan dokumen yang kamu berikan.. Hal ini dilakukan untuk memudahkan penyeleksi dokumen kita untuk mengecek kelengkapan dokumen aplikasi yang kita kirimkan. πŸ™‚

Dan.. Berikutnya pembahasan tiap dokumen akan urut seperti yang saya list di pdf yang saya berikan di atas. πŸ™‚

2 -Form Aplikasi dari Universitas yang Ingin Kita Daftar

Setelah cover dokumen, jangan lupa pula kita lampirkan form aplikasi kita. Form aplikasi ini biasanya bisa kita dapatkan di web Universitas/FH yang ingin kita masuki. Jangan lupa juga untuk menandatangani form aplikasi ini. Karena biasanya aplikasi yang lengkap gak akan bisa diproses oleh pihak universitas, jika tidak dilengkapi oleh print-out dari form aplikasi yang kita tandatangani. πŸ™‚

Oia, karena terlalu banyak keterangan pribadi saya di dokumen aplikasi (di mana gak bisa saya ganti), maka saya tidak menyertakan contoh dari dokumen aplikasi ini di sini. Lagi pula form aplikasi akan dengan mudah kita dapatkan di web universitas/FH yang ingin kita masuki kok. Mohon pengertiannya. πŸ™‚

3 – Motivation Letter

Lebih lanjut tentang dokumen ini bisa dilihat di sini:

http://jermandes.kelasnusantara.com/category/persiapan-ke-jerman/dokumen/motivation-letter/

Sebenernya ada alasan kenapa kita sebaiknya menaruh motivation letter di urutan pertama setelah form aplikasi universitas. Di sini kita coba untuk “menggebrak” tim penyeleksi aplikasi, dengan menunjukkan siapa diri kita, dan ke arah mana kita bergerak. Motivation letter ini juga berguna untuk membangun “mood” dari tim penyeleksi, agar mereka lebih semangat membaca dokumen aplikasi kita (karena tahu kalau kita orang yang ambisius di bidang yang kita daftar, dan tidak main-main dalam mendaftar).

Oia, sedikit masukan untuk motivation letter ini, ada baiknya kita taruh sejenak rasa rendah diri, dan malu-malu sebagai orang Indonesia. Di motivation letter ini, ada baiknya kita bersikap sebagai seseorang yang sharp (tapi tetap didukung oleh fakta-fakta yang benar), dan bukan pemalu seperti layaknya budaya di Indonesia. πŸ™‚

4 – Curriculum Vitae

Lebih lanjut tentang CV ini bisa dilihat di sini:

http://jermandes.kelasnusantara.com/category/persiapan-ke-jerman/dokumen/cv/

Oia, CV yang saya gunakan untuk mendaftar ke Uni Paderborn juga kurang lebih sama seperti CV yang saya lampirkan di link tersebut. πŸ™‚

5 – Fotokopi Passport

Cukup jelas yah untuk yang item ke 5 ini.. πŸ™‚

6 – Project Portofolio Example

Okeh, sekarang kita masuk ke bagian yang somehow sebagian besar orang males untuk lakuin, tapi menurut saya sangat berguna untuk memperbesar kemungkinan kita masuk ke program master yang kita tuju di Jerman. Jadi, gak ada salahnya untuk kita meluangkan sedikit waktu kita untuk membuat 2 dokumen ini. πŸ™‚

a. Essay

Di essay ini kita akan menunjukkan kemampuan kita untuk menulis sebuah essay tentang hal-hal teknis yang general dalam bahasa asing (Bahasa Inggris atau Bahasa Jerman) sesuai jurusan yang kita minati. Jadi pastikan kita membuat essay ini secara sungguh-sungguh. πŸ™‚ Berikut ini essay yang saya kirimkan untuk setiap pendaftaran saya di Jerman:

wahidyankf_Paderborn_essay

b. Simple Paper Journal dari Tugas Akhir S1

Di dokumen ini saya tuliskan dalam bahasa inggris (atau kalau kamu mau, boleh juga dalam bahasa Jerman) tentang paper dari tugas akhir (skripsi) saya waktu S1. Adapun bentuknya kurang lebih akan seperti ini:

wahidyankf_Paderborn_project_portofolio

c. Project Tambahan

Kalau kamu ada project tambahan yang emang kamu yakin itu bagus, boleh juga kok kalau kamu mau lampirin. πŸ™‚

7 & 8 – Terjemahan Jerman/Inggris dari Ijazah S1, dan Legalisirnya

Cukup Jelas.. Oia, legalisir ijazah, dan transkrip S1 ini, dilakuin oleh kampus kita yah.. Jangan lupa juga untuk terjemahannya, yang diterjemah adalah Ijazah, dan Transkrip S1 yang sudah dilegalisir oleh pihak kampus.. πŸ™‚

9 & 10 – Terjemahan Jerman/Inggris dari Transkrip S1, dan Legalisirnya

Cukup Jelas.. Perhatikan hal yang sama dengan poin nomer 7, dan 8. πŸ™‚

11 – Deskripsi Singkat dari Mata Kuliah yang Pernah Kita Ambil Waktu S1

Di sini kita akan mendetailkan lebih dalam tentang tiap mata kuliah yang pernah kita ambil waktu kita S1. Gunanya apa? Gunanya biar tim penyeleksi kita, tahu lebih dalam tentang pelajaran apa aja yang udah kita ambil waktu kita S1 dulu. Karena berdasarkan pengalaman saya, program studi S1 kita harus benar-benar kompatibel dengan syarat yang mereka berikan. πŸ™‚

Adapun contoh dari dokumen ini adalah sebagai berikut:

Short Course Description

12 & 13 – Terjemahan Jerman/Inggris dari Ijazah SMA, dan Legalisirnya

Cukup Jelas.. Oia, legalisir Ijazah, dan STTB (atau apalah namanya itu) SMA ini dilakukan oleh SMA kita yah.. πŸ™‚ Dan seperti ijazah, dan transkrip S1, yang diterjemah adalah Ijazah, dan STTB SMA yang sudah dilegalisir oleh pihak sekolah.. πŸ™‚

14 & 15 – Terjemahan Jerman/Inggris dari STTB SMA, dan Legalisirnya

Cukup Jelas.. Perhatikan hal yang sama dengan poin nomer 12, dan 13. πŸ™‚

16 – Ijazah Bahasa Jerman yang Kita Punya

Seperti judulnya, di sini kita akan mendemonstrasikan kemampuan bahasa Jerman yang kita punya. Sertifikat apa pun akan membantu kita di sini. Saya pribadi selalu melampirkan semua sertifikat jerman yang saya punya pada saat mendaftar, meskipun yang saya daftar adalah program master yang berbahasa Inggris.

Kenapa kita disarankan untuk tetap melampirkan sertifikat bahasa Jerman yang kita punya (meskipun itu “cuma” A1)? Karena:

  1. Sertifikat tersebut akan memberikan kita nilai tambah dibandingkan dengan pendaftar lain yang asal memenuhi syarat.
  2. Sertifikat tersebut akan memberikan nilai tambah ke dalam poin kemampuan “survival” kita di Jerman di mata tim penyeleksi. Sehingga kita bisa mencuri nilai tambah di sini. πŸ™‚

Kalau kita malas buat? Lihat kembali paradigma yang telah kita sepakati di awal. πŸ™‚

Oia, untuk lebih jauh tentang bahasa jerman ini bisa dilihat di sini:

http://jermandes.kelasnusantara.com/category/persiapan-ke-jerman/persiapan-bahasa/persiapan-bahasa-jerman/

17 – Sertifikat TOEFL/IELTS

Tujuannya sama seperti poin nomer 16, tapi kali ini kita akan menunjukkan kemampuan kita dalam berbahasa inggris. πŸ™‚ Lebih lanjut tentang ini bisa dilihat di sini:

http://jermandes.kelasnusantara.com/category/persiapan-ke-jerman/persiapan-bahasa/persiapan-bahasa-inggris/

Untuk sertifikat TOEFL/IELTS ini, sebenernya saya tau sih kalau tes TOEFL PBT udah gak diakuin lagi, tapi saya tetep lampirin hasil tes TOEFL PBT saya bersama hasil tes IELTS saya. Lumayan buat nambah-nambah nilai.. πŸ˜€

18 – Sertifikat GRE/GMAT

GRE/GMAT ini sebenernya gak semua kampus minta, tapi berdasarkan pengamatan saya, sekarang hampir semua kampus top yang ada di Jerman meminta kita untuk membuat GRE/GMAT untuk program studi S2nya yang berbahasa Inggris. Dokumen ini juga sih yang bikin saya agak menyesal, karena dulu saya gak sempat bikin. Kenapa saya agak menyesal? Karena kalau saya bikin ini, saya bisa mendaftar ke beberapa kampus besar yang sudah menjadi incaran saya (yang sialnya gak bisa saya daftar karena mereka minta GRE). Jadi, saya sangat menyarankan pembaca sekalian untuk meluangkan waktu, dan membuat sertifikat ini. πŸ™‚

Lebih lanjut tentang GRE dan GMAT ini bisa dilihat di web masing-masing sertifikasi:

http://www.ets.org/gre

http://www.mba.com/

Oia, sebagai gambaran, GRE ini biasanya dibutuhkan oleh pendaftar yang mau ambil jurusan teknik, sedangkan GMAT ini untuk orang yang mau ambil MBA. Catatan lagi, harap kamu sesuaikan kamu mau ambil yang mana, sesuai dengan program yang mau kamu masukin (karena saya gak tau juga apa yang bisa membantu di program kedokteran misalnya).

19 – Surat Rekomendasi dari Dosen S1 Kita

Lebih lanjut tentang surat rekomendasi ini bisa dilihat di sini:

http://jermandes.kelasnusantara.com/category/persiapan-ke-jerman/dokumen/surat-rekomendasi/

Oia, untuk surat rekomendasi ini, saya menyarankan agar kita mengirimkan 3 (walaupun biasanya kebanyakan univ hanya meminta 2, atau malah gak minta).

20 – Dokumen-Dokumen Tambahan Lainnya

Selain dokumen-dokumen tambahan lainnya, kamu juga bisa mencantumkan dokumen-dokumen tambahan lainnya (prefer sih sertifikat-sertifikat keprofesian, atau sejenisnya) yang diakui secara nasional atau internasional. Saya gak ikut mengirimkan dokumen-dokumen ini, karena saya gak punya. Gak menjadi keharusan yang harus banget soalnya, tapi sepertinya akan membantu kalo ada. πŸ™‚

21 – Saran Tambahan

Untuk dokumen yang akan kita kirimkan, ada baiknya semua dokumen kita print dengan printer laser. Kenapa? Karena hasilnya akan terlihat lebih professional (dan niat) jika dibandingkan dengan hasil print dengan printer ink/bubble jet. Gak punya? Kamu bisa beli. Gak bisa beli (emang mahal banget sih harganya, dibandingin printer biasa)? Kamu bisa ke warnet ato tempat printing yang ada printer laser, dan ngeprint di sana (in fact, saya berkali-kali ngeprint di warnet cuman buat cari printer laser). Just be creative. πŸ™‚Β Gak perlu yang laser warna kok, item-putih juga cukup. πŸ™‚

Dan jangan lupa pula untuk TIDAK MENGGUNAKAN STAPLER di dokumen aplikasi kita, kalau kita untuk menyatukan dokumen, GUNAKAN PAPER CLIP. Hal ini dimaksudkan untuk memudahkan tim penyeleksi memisahkan dokumen-dokumen aplikasi kita sesuai dengan keperluan mereka. πŸ™‚

Penutup

Yuppi.. Itu dia dokumen-dokumen manjur yang bisa kita pakai untuk pendaftaran kita ke program S2 yang ada di Jerman. Panjang dan banyak yak? Tapi jangan khawatir, seenggaknya kalau kita ngelakuin ini, kita udah ngelakuin hampir semua hal yang kita bisa lakuin. Dan selanjutnya tinggal berdoa, nyerahin segala urusan ke nasib, dan percaya kalau apa pun hasil yang keluar adalah yang terbaik buat kita.. Karena tugas utama kita sebagai manusia adalah berusaha sekuat mungkin bukan?

Salam hangat dari NRW,

– Yoka –

Last 5 posts by wahidyankf

5.00 avg. rating (82% score) - 1 vote
  • mufidah hanim

    Mas Yoka, mau tanya kalau untuk ijazah dan STTB SMA yg udah di terjemahin harus dilegalisir juga? Kalo ke univnya pake terjemahan bahasa inggris boleh ga? Karena kalo terjemahan bahasa Jermannya lagi ngantri. Keburu dateline.

    Terimajasih

    fidah

    • wahidyankf

      Halo Mufidah Hanim..

      Yup.. Boleh kok pakai bahasa inggris juga.. Rata-rata kampus di Jerman sini menerima dokumen pendaftaran dalam bahasa inggris, jerman, atau perancis. Untuk lebih jelasnya, silakan kamu check di website univ yang mau kamu masukin. πŸ™‚

      • Mufidah Hanim

        Terjemahannya ga perlu legalisir sekolah kan ya? Fotokopi original aja yang perlu legalisir. Makasih,,

        • wahidyankf

          yang diterjemah adalah fotokopi legalisir dari sekolah. πŸ™‚ Kalo legalisir terjemahannya dilakukan oleh penerjemahnya.

  • Fiddo

    Mas, numpang nanya yak πŸ˜€

    1. Kalau sertifikat yang bahasa Indonesia gimana? Dilampirkan gitu aja atau ga usah. Soalnya kalau nerjemahin kan lumayan tuh biayanya.
    2. Kalau kita lampirkan Powerpoint (diexport ke PDF) tentang pekerjaan kita sehari-hari di kantor bagaimana? Untuk tambahan portofolio

    Minta sarannya, ya mas. Makasih πŸ™‚

    • wahidyankf

      Halo Fiddo..

      1. Pertanyaannya adalah: bisa kah mereka bahasa Indonesia? πŸ™‚

      2. Pekerjaan Sehari-hari? Kenapa gak dimasukin ke CV aja yah? Kasih deskripsi singkatnya gitu? Karena entah gimana rasanya agak aneh aja kalau kamu lampirin power point.. πŸ™‚

      • Fiddo

        1. Nah, makanya. Berarti yang dilampirkan sertifikat yang bahasa inggris aja. Ada sih, tapi ga banyak.

        2. Di CV juga dijelaskan secara singkat. Cuma kalau di PPT lebih detail. Iya sih, jadinya aneh.

        Anyway, thanks sarannya. πŸ™‚

        • wahidyankf

          Sama-sama… πŸ™‚

  • Fiddo

    Mas, aku bikin course description sampe 21 halaman kepanjangan ga, ya? πŸ˜€
    Di situ tiap mata kuliah aku jabarkan target, structure/silabi dan buku yang dipakai
    Sudah bener belum, mas?
    Makasih sarannya πŸ™‚

    • wahidyankf

      Halo Fiddo..

      Nice.. πŸ˜€ Tapi kalau 21 halaman sepertinya kepanjangan deh.. Takutnya malah gak kebaca sama mereka.. πŸ™ Mungkin ada baiknya kamu menyingkat sedikit course description itu jadi short course description.. πŸ™‚

  • Mas Wahid aku mau nanya , kalo Univ nya itu minta study plan sama current transcript of record itu transkip nilai kita mesti diterjemahin apa enggak ya? terus kalo study plan itu isinya daftar mata kuliah yang akan kita ambil di sana atau gimana ya , aku agak bingung. Soalnya aku kan masih kuliah semester 5 , cuma nanti tahun depan insya Allah mau exchange ke RWTH Aachen tapi disana dibilang sama OIA RWTH Aachen’y aku masuk di Nuclear Safety Engineering tapi itu program S2 Master, trus aku nanya lagi ke OIA’y emang bisa aku kuliah disana padahal disini masih S1, trus OIA’y minta study plan sama current transcript of records. Makasih ya mas sebelumnya

    • wahidyankf

      Halo Amelia..

      1. Kalau tanskrip nilai jelas harus diterjemahin dong yah.. Kecuali kalau memang transkrip kamu memang berbahasa inggris/jerman.. πŸ™‚

      2. Kalau study plan saya belum pernah buat, tapi sepertinya sama kayak yang kamu bilang. Kuliah apa aja yang akan kamu ambil pas exchange di RWTH.. πŸ™‚

  • bhakti

    mau saya mau tanya, dengan segala keterbatasan saya dalam berbahasa inggris, saya masih bingung dengan dokumen yang satu ini,
    > document proving the higher education entrance qualification (certified copy)

    Oiya, saya skrg sedang mempersiapkan untuk apply ke FH Koln S2 Master (Integrated Water Resources Management). apabila berkenan ada yg mengerti dgn dokumen yg dimaksud tolong dijawab disini. terima kasih.

    • wahidyankf

      Kalau gak salah itu gak perlu kok kita.. Mungkin itu sejenis SAT kalau di Amerika.. Tapi setau saya orang indo gak butuh untuk melampirkan itu kok untuk daftar S2.. πŸ™‚

      • bhakti

        ooh begitu ya gan, oke deh, *masih ragu sih soalnya masuk dalam daftar dokumennya* haha.
        satu lagi nih pertanyaan, Apakah yg di maksud dengan “Project Idea” itu essay ya? tapi maaf yang saya lihat contoh essay punya mas wahid koq lebih ke arah rangkuman ya? maksud saya, apakah project idea yang di minta oleh calon univ yang akan saya daftar ini berbeda dengan contoh yang mas wahid berikan? *soalnya saya nangkepnya, Project Idea itu seperti “Saya mau ngapain sih nantinya ketika Master Thesis, kemudian langkah” apa yang bisa sya buat untuk menjalankan ide tersebut” gitu mas wahid. mohon di koreksi jika saya salah. hahaha

        Terima Kasih

        • wahidyankf

          Halo..

          Essay berbeda dengan project idea yang kamu maksud. Di essay ini saya mencoba untuk mendemonstrasikan kemampuan saya untuk membuat essay kepada universitas yang saya daftar. as simple as that. πŸ™‚

          Kalau kamu mau buat Project idea itu juga gak apa kok. Tapi pastikan yang kamu tulis itu sama dengan jurusan dan institut yang mau kamu daftar.. πŸ™‚

  • karimbet

    Dear Mas Yoka,
    thx atas tulisannya yg informatif, saya mau nanya, untuk ijazah baik yg S1 maupun SMA, jg transkip dan STTB, apakah dibutuhkan yg original dokumen? Alhamdulillah sy sudah mendapat jawaban postif dr Graz University, Austria, tp mereka butuh dok yg asli sli sli sli itu, kalo di jerman gmn mas?
    Thx a lot πŸ™‚

    • wahidyankf

      Yup, dokumen yang ori biasanya dibutuhkan pada saat kita registrasi ke kampus untuk menguji apakah dokumen legalisir sama atau tidak dengan yang aslinya. πŸ™‚

  • karimbet

    Danke sehr πŸ™‚

    • wahidyankf

      πŸ™‚

  • mike

    min mau nanya nih.. kan saya uda ikut testdaf. sekarang lagi nunggu hasilnya keluar. saya ada denger beberapa info dari temen kalo misalnya kita bisa ngelamar ke uni dengan data kita yang ada sekarang, dan nanti sertifikat bahasanya nyusul.
    terus ada juga yang bilang kalo misalnya kita perlu cek, kampus kita diakui atau ga di uni yang kita tuju nanti.
    kalo menurut pengalaman admin, kalo kita kirim data kita tanpa sertifikat bahasa dan mau cek kampus indo kita diakui atau gak nya, akan digubris ga ya sama pihak kampusnya untuk diterima s2? trims

    • iya, tapi jarang sekali yang sampai ga diakuin. Coba search di jermandes ini, sudah pernah ada yang nulis kok. Masalah aplikasi dengan sertifikat bahasa yang menyusul bisa tanyakn terlebih dahulu di Universitas tujuan. Saya pernah melakukan ini melalui uni asisst, aplikasi saya tidak disampaikan ke Universitas karena dianggap tidak lengkap…